Monday, February 20, 2012

Makanan Khas Nias

Pernahkah Anda berkunjung ke pulau Nias? Jika belum, saatnya Anda mencoba berwisata ke pulau nias, karena di sana mimiliki banyak objek wisata yang tidak kalah dengan objek wisata di daerah lain.

Seperti daerah lainnya, Nias mempunyai makanan khas yang tidak kalah unik dan khas. Makanan khas yang sudah turun temurun, sampai sekarang terus dibudidayakan oleh masyarakat Nias. Walaupun zaman sudah maju, banyaknya jenis makanan ala modern saat ini, namun makanan khas Nias tidak pernah dilupakan.

Berikut adalah beberapa makanan khas di Nias:

1. Ni'owuru
Ni'owuru adalah daging babi yang diawetkan dengan menggunakan garam.  Daging dioleskan atau ditaburkan dengan garam sebanyak-banyaknya. Semakin banyak garam maka semakin awet pula. Daging tetap awet dan tidak perlu ditaruh dalam kulkas. Cukup ditaruh dalam tempat tertutup seperti dalam baskom atau plastik. Daging ini bisa bertahan beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tempat penyimpanannya bagus. Soal rasa, pasti bisa ditebak, asin sekali, tapi rasanya tetap rasa daging khas asinnya.
Cara pengawetan seperti ini sudah turun temurun di nias sejak dari nenek moyang, karena dulu belum ada freezer atau kulkas sehingga inilah cara orang nias mengawetkan daging. Sebenarnya bukan hanya daging babi saja, bisa juga daging lain seperti daging ayam, ikan, dsb. Tetapi yg sudah menjadi kebiasaan adalah mengawetkan daging babi dengan garam, itulah yang dinamakan ni'owuru, daging babi yang diawetkan dengan garam.  Artikel mengenai Ni’owuru bisa juga di baca di sini.

2. Gowi Nihandro; Gowi Nitutu
Terbuat dari ubi-ubian seperti ubi jalar, ubi kayu, talas. Ubi direbus dan kemudian ditumbuk sampai semua bagiannya hancur, kemudian dimakan dicampur dengan kelapa yang sudah diparut.

3. Harinake
Daging babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil.

4. Godo-godo
Ubi atau singkong yang diparut, dibentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang ditaburi dengan kelapa yang sudah diparut.

5. I’a Soköli; I’a Ni’unagö
Ikan yang diasap, dengan tujuan agar daging ikan menjadi awet. Daging ikan diasapin beberapa jam, hanya menggunakan asap biasanya menggunakan sabut kelapa.

6. I’a Budu
Ikan yang diasinkan dengan garam dan dikeringkan dengan panas terik matahari

7. Köfö-köfö
Daging ikan yang dihancurkan, dibentuk bulat dan dijemur/dikeringkan/diasap.

8. Babae
Babae hanya disuguhkan pada acara adat, seperti saat pemberian nama anak yang baru lahir atau perkawinan. Babae terdiri dari kacang yang ditumbuk bersama kunyit disuguhkan bersama nasi yang dimasak dengan periuk tanah. Makanan tradisional babae yang berbahan dasar dari beras putih yang dimasak dengan menggunakan periuk dari tanah dicampur dengan kuah yang menyerupai bubur yang terbuat dari kacang putih (kini biasanya menggunakan kacang kedelai) yang telah dikupas kulitnya, kemudian direbus dan ditumbuk dan dibubuhi kunyit. Babae tidak dicampur dengan santan kelapa, tetapi dicampur dengan telur.

9. Tamböyö
Ketupat dengan beras ketan dimasak dalam santan kelapa. Tidak seperti di tempat lain, ketupat menggunakan beras biasa, namun ketupat di Nias atau tamböyö menggunakan beras ketan.

10. Boboto
Masakan dari fillet ikan kakap atau kerapu. Daging ikan dilayukan atau dibusukkan selama dua malam, lalu ditaburi gongsengan kelapa parut dengan bumbu-bumbu, dibungkus dalam daun singkong, kemudian dikukus dalam daun singkong.

11. Löma
Makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Löma juga ada di beberapa daerah lain yang dikenal dengan sebutan lemang.

12. Gae Ni bogö; Gae Ni Faga
Pisang kepok yang dipanggang dengan arang api yang masih menyala.

13. Tuo Nifarö
Minuman yang berasal dari air sadapan pohon kelapa yang telah diolah dengan cara penyulingan.

14. Tuo Mbanua
Minuman tuak mentah yang berasal dari air sadapan pohon pohon nira atau nakhe.

15. Kazimone; Saku Ni lökha
Terbuat dari bahan sagu, cara masaknya seperti membuat bubur, dengan menggunakan santan kelapa. Sagu yang digunakan adalah sagu yang sudah dikeringkan, yang diambil adalah hanya bagian sagu yang sudah berbentuk bulatan-bulanta kecil.

16. Saku Ni Laefe
Saku yang dibakar, tapi sebelumnya dipanaskan di atas tempat pemanggangan biasanya menggunakan tutup periuk, di buat lebih tipis dan merata, kemudian baru dibakar.

17. Kinobo
Makanan khas rakyat pulau Telo Nias Selatan yang terbuat dari bahan sagu.


Referensi
1.    Alumni SMAN 3 Gusit Lulus 2002. http://www.facebook.com/groups/157843980923503/
2.    Suku Nias. http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Nias
3.    “Babae” Ramaikan Bawömataluo 2011. http://www.nias-bangkit.com/2011/05/%E2%80%9Cbabae%E2%80%9D-ramaikan-bawomataluo-2011
4.    Ciri khas makanan Nias. http://niasisland.com/home/discuss_resp_inq.php?category_code_option=DC&s_category_code=DC&s_code=000148&code_option=000148&menu_name_option=Ciri%20khas%20makanan%20Nias.&process=Add&i=last&norp=20#bottom
5.    Makanan Khas Nias. http://niasisland.com/home/discuss_resp_inq.php?category_code_option=DC&s_category_code=DC&s_code=000174&code_option=000174&menu_name_option=MAKANAN%20KHAS%20NIAS&process=Add&i=last&norp=20#bottom
6.    Sandwich Ketupat dari Nias. http://travel.kompas.com/read/2009/10/21/16280826/Sandwich.Ketupat.dari.Nias

2 comments:

darni mawati gea darni said...

hmmmm oya jui makanan khas nias ya, tapi si lobih uniknya NIOWURU,
menurut sy itu tidk termasuk mkn kha, soalnya kan gk semua orang makn niowuru,,,,,,

Harkat Christian Zamasi said...

Darni, kebiasaan mengasinkan daging babi khususnya memang sepertinya hanya ada di Nias, itulah poin yang membuatnya unik dan khas Nias. Tapi soal tidak semua orang makan, itu juga perlu dipertimbangkan, terimakasih komentarnya talifuso :). Ya'ahowu.