Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Tuesday, November 26, 2013

STEC SSD Dell Mini 9 Ispiron yang Rusak Dapat Digunakan Lagi

Untung saja tidak sempat beli SSD baru Dell Mini 9 Inspiron, yang tiba-tiba Operating system tidak bisa diakses. Awalnya karena proses defrag yang gagal dan pada saat masuk ke windows tidak bisa lagi. Bahkan, OS diinstall ulang, ssd tidak dikenal, sehingga saya berasumsi bahwa SSD ini rusak. Sudah coba beberapa cara dengan menggunakan scan disk tapi tetap saja tidak bisa. Jalan terakhir ya harus diganti dengan yang baru. Tapi ternyata produk ini tidak mudah didapat di Indonesia, waktu itu saya keliling di toko komputer Ratu Plaza, tapi SSD ini tidak dijual, bahkan di Dell center sendiri tidak ada, menurut mereka produk ini harus dipesan dari luar negri, ternyata tidak segampang harga netbook Dell Mini 9 yang relatif murah.

Karena rasa penasaran, googling sana sini, nyangkut pada satu blog yang menjelaskan bagaimana cara menghidupkan kembali STEC SSD yang rusak. Saya coba step by step, dan ternyata berhasil, ssd bisa dikenal kembali oleh OS sehingga Dell Mini 9 hidup kembali. Blog ini sangat jitu untuk masalah SSD di netbook Dell mini 9 Inspiron, untung saja tidak jadi beli yang baru. Blog ini bisa diakses di: Dell mini Inspiron 910 - STEC SSD repair faulty disk (http://punj-technology.blogspot.com/2012/06/dell-mini-inspiron-910-stec-ssd-repair.html).

Friday, July 19, 2013

Bad Image Virus

Bad Image Virus adalah sejenis virus atau malware yang di dalamnya terdapat sejenis trojan. Yang paling mengganggu adalah tiap kali membuka program selalu menampilkan pesan (warning message box) yang memberitahukan bahwa program yang dibuka tidak ditemukan, seakan-akan program tersebut sudah diremove atau uninstall, tapi sebenarnya program tersebut masih bisa diakses.

Bad Image ini kena di laptop tetangga saya dan meminta tolong untuk membersihkannya, awalnya saya tidak mengerti cara kerja virus ini, sudah mencoba beberapa cara dengan menscan dengan antivirus, dan akhirnya sempat memutuskan untuk menginstall ulang OS. Tetapi setelah googling sana-sini, terdapat beberapa orang yang berbaik hati berbagi pengalaman cara mengatasi si virus ini. Referensi yang paling membantu saya dapatkan dari: http://www.2-removevirus.com/id/menghapus-bad-image-virus. Di web ini menjelaskan apa itu Bad Image Virus dan cara membasminya. Ada satu tools yang cukup ampuh yaitu SpyHunter, versi gratis bisa didownload dari http://search.indowebster.com/all/spyhunter4.

Monday, February 21, 2011

Hindari Penggunaan JOIN table di MYSQL

Kali ini sedang menghandle database MYSQL dengan ukuran data yang cukup besar >15MB dimana data-data ini diakses di website yang sudah lama online.
Salah satu module yang digunakan, mengambil data dengan cara menjoin 2 table, dimana masing-masing table berisi data yang cukup banyak, tiap table ukuran kira-kira 3MB. Ketika module ini dijalankan aksesnya lama sekali bahkan membuat web server hang dan tidak bisa diakses lagi. Ternyata biang masalahnya adalah karena men-join 2 table dengan ukuran data yang sangat besar itu tidak baik, karena ketika dijoin maka dia akan mencocokkan satu persatu data sebanyak jumlah data di masing-masing table, sehingga membutuhkan memori dan waktu yang banyak.
Solusi, jangan menggabungkan table, jika kondisi data besar, tapi gunakan function terpisah untuk mengambil data di table lain, dimana di function ini tentunya menerima parameter data yang akan dibutuhkan saja. Dan ternyata metode seperti ini sangat optimal dan aksesnya berjalan normal.

Friday, November 19, 2010

Menjalankan DTS 2002 di MSSQL 2005

Salah satu perbedaan antara MSSQL 2000 dan MSSQL 2005 adalah tool DTS (Data Transaformation Services) yang dikenal di 2000, di 2005 di kenal dengan nama SSIS (SQL Server Integration Services).

Lalu bagaimana dengan kondisi, setelah database di migrasi dari 2002 ke 2005, database mungkin tidak terlalu masalah karena bisa diattach atau direstore ke 2005, yang menjadi issue adalah DTS 2002 tidak bisa diakses oleh MSSQL 2005.

Ada satu tools berfungsi untuk mengakses DTS 2000, namanya SQL Server 2000 DTS Designer yang bisa didownload dari Microsoft. Lewat tools ini DTS 2000 bisa diedit dan dijalankan seperti tool yang ada di MSSQL 2000.


Cara mengeksport DTS 2000 ke 2005 dan menggunakan SQL Server 2000 DTS Designer

Cara 1: Untuk DTS Bisa backup file dari database MSDB
- Ke MSSQL Server Man. Studio, ke menu Management->Legacy->Data Transformation Services
- Pastikan bahwa SQL Server 2000 DTS Designer
- Kemudian klik kadan Pada Data Transformation Services lalu pilih Import Package File
- Maka DTS yang tadi akan masuk di list
- Untuk mengaksesnya klik kanan pada DTS lalu Open
- Akan terbuka window baru yang GUInya sama persis seperti window untuk DTS di 2000

Cara 2: atau kalau mau ambil Packagenya aja
- Use MSDB
Select * from Sysdtspackages ? Simpan ke tabel lain. Atau backup seluruh database MSDB
- Dari file ini export ke table sysdtspackages di MSSQL Server 2005
- Lihat DTS apakah sudah masuk di Management->Legacy->Data Transformation Services


Membuat DTS 2000 di dalam SSIS MSSQL 2005

SSIS terpisah dari Microsoft studio (di 2000 di kenal dengan nama Enterprise Manager), untuk membuat SSIS dibuat dalam satu Project SQL Server Business Intelligence Development Studio. Untuk membuat SSIS 2005 di sini saya tidak jelaskan, tapi yang saya jelaskan adalah bagaimana DTS 2000 yang tadi bisa dijalankan atau dischedule. Yang bisa dischedule adalah hanya SSIS package 2005 saja, walaupun DTS 2000 sudah tersimpan namun belum bisa dijalankan oleh 2005.

Lalu bagaimana agar DTS 2000 tetap bisa dijalankan atau dischedule? Bisa saja DTS 2000 di convert ke 2005 tapi untuk case ini saya belum coba, harus diresearch lebih dalam lagi.

Buat satu SSIS package 2005 yang baru, terus pilih tools yang bisa menjalankan DTS 2000, jadi seakan-akan DTS di dalam DTS, DTS 2000 di dalam SSSI. Setelah itu compile dan coba jalankan file DTS yang sudah dicreate. Jika sudah sukses langkah selanjutnya adalah mengimport SSIS ke database master.

- Masuk ke Start -> All Program-> Microsoft SQL Server 2005->SQL Server Business Intelligence Development Studio
- Create Project, pilih Integration Services Project kemudian simpan di local disk
- Di Solution Explorer, klik kanan di SSIS Packages, kemudian pilih New SSIS Package
- Di Control Flow Items ada Execute DTS 2000 Package Task, klik dan drag di halaman design Package yang baru dibuat tadi



- Klik dua kali pada Execute DTS 2000 Package Task



Connection:
AuthenticationMode : Windows Atau SQL

Location :
SQL Server : jika DTS diambil dari DTS yang sudah diimport ke MSSQL 2005
Structured Storage File : DTS diambil dari file DTS yang sudah diexport

- Kemudian kalau sudah selesai pemilihan di atas, DTS bisa di view dan edit dengan mengklik Edit Package
- JIka sudah selesai, save projects dan Build (compile) project caranya ke menu Build -> Build Integration Services Project1
- Untuk mengetes apakah apakah bisa running dengan baik, klik kanan pada Package1.dtsx di Solution Explorer, lalu Execute Package.


Membuat Schedule DTS 2000 yang sudah dibuatkan di dalam SSIS

Setelah SSIS Project1 sudah dibuild dan success, di contoh hasil compile tersimpan di C:\SSIS\Integration Services Project1\Integration Services Project1\bin.

- Masuk ke MSSQL Server Management Studio, ke menu SQL Server Agent, pastikan server agent running agar nantinya schedule bisa jalan
- Di menu Job klik kanan pilih New Job, misalnya nama job: Schedule Project1
- Di menu Steps pilih menu New… Type pilih SQL Server Integration Services Package, dan Package Source pilih File System dan arahkan ke file Package1.dtsx yang tadi sudah dicompile.



- Setelah itu klik OK dan save. Sekarang tinggal atur jadwal agent di menu Schedule, pengaturan seperti yang biasa dilakukan di MSSQL 2000
- Selesai

Catatan:
Jika terjadi perubahan pada DTS 2000, maka package SSIS perlu di build ulang agar yang dijalankan di scheduling job adalah hasil compile yang terakhir.

Oleh : Harkat C. Zamasi, harkatchrist@gmail.com

Tuesday, November 16, 2010

Setting Domain dari WhoIs ke Server Web Hosting

Ada teman yang memesan domain dan web hosting tidak di tempat yang sama. Biasanya setiap layanan web hosting juga menyediakan layanan untuk memesan domain. Kalau memesan domain di web hosting yang sama biasanya kita tinggal terima jadi, karena semuanya dari pihak web hosting yang mengurus domain dan setingan DNSnya.

Salah satu teman mempunyai web site, pertama dia membeli domain di whois, kemudian pesan web hosting di salah satu layanan web hosting yang bertempat di Jakarta.
Setelah order web hosting selesai, biasanya dikirimkan email berisi akun CPanel hosting, FTP, IP address, dan lain-lain. Di dalam pesannya ditambahkan jika domain dipesan di tempat lain, maka kita perlu seting dengan mengarahkan domain ke server hosting.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengarahkan domain ke server hosting.

Step. 1. Login to control panel

Karena domain ini dipesan di who is maka buka link berikut:
http://manage.whois.com/servlet/LoginServlet?role=customer

URL ini salah satu informasi yang dikirimkan oleh Whois ketika pendaftaran domain dilakukan. Domain bukan hanya bisa didafatarkan lewat who is, banyak layanan web site sejenis penyedia jasa pemesanan domain.

Login dengan username (Email) dan password ketika mendaftar domain.



Step 2. Change Name Server

Masuk ke menu Domain->Name Server. Secara default, Name Server diisi dari 1 sampai 4, dengan ns1.whois.com sampai dengan ns4.whois.com. Hapus semuanya lalu masukkan dengan name server dari web hosting. Name server hosting biasanya dikirimkan oleh pihak web hosting ketika pesanan web hosting berhasil dilakukan atau jika tidak hubungi admin web hosting. Isi Name Server sesuai dengan Name Server yang dimiliki oleh web hosting.



Step 3. Manage DNS

Ke menu DNS lalu klik Manage DNS.


Di menu A Record, tambahkan nama domain seperti di bawah. Satu tanpa www dan satu lagi dengan www di bagian depan dari domain.


Step 4. Child Name Server

Agar bisa dipanggil jika menggunakan www maka perlu di setting lewat menu Child Name Servers seperti terlihat di bawah.



Step 5. Selesai

Web site Anda sudah bisa diakses dengan domain, test akses dengan http://websaya.com dan http://www.websaya.com.

Oleh: Harkat C. Zamasi (harkatchrist@gmail.com)
November 16, 2010

Tuesday, October 7, 2008

Mengakses MySQL lewat Command Prompt

Biasanya mengakses database My SQL dengan menggunakan tools yang sangat memudahkan kita seperti phpmyadmin, aplikasi web bawaan yang khusus diperuntukkan sebagai tools database bagi My SQL. Selain itu juga ada beberapa tools aplikasi desktop yang lebih mudah mirip seperti Query Analyzer di Ms SQL Server 2000, misalnya MySQL Front, SQLyog, dsb. Keunggulan dari kedua jenis tools ini adalah memudahkan kita sebagai developer untuk memanage database yang kita buat, tersedia fitur-fitur otomatis untuk melakukan sesuatu tanpa harus melakukan query manual lagi. Tentunya tools seperti ini sangat membantu pekerjaan kita, tapi di balik itu juga kurang baik mungkin bagi pemula, karena tersedia tools yang kesannya memanjakan sehingga tidak perlu query lagi. Tools yang sudah ada tidak sempurna, ada kalanya mengharuskan kita untuk melakukan query sendiri. Jadi sebaiknya disarankan bagi pemula agar menggunakan cara-cara manual saja, mungkin sedikit relefan dengan ungkapan Biar lambat asal selamat, memang dibanding query sendiri lebih lambat dari pada menggunakan tools tetapi hal ini tidak mengasah kemampuan query kita.

Maksud artikel ini saya mau mengajak untuk bermain-main di command prompt. Barangkali banyak yang sudah tau hal ini tapi saya ingin menuliskannya saja siapa tau merupakan hal yang menarik bagi yang belum tau sebelumnya. Command prompt dalam hal ini pastinya hanya bagi pengguna Windows. Ok kita mulai saja.

- klik Start - run – cmd – lalu enter untuk membuka window hitam

- Sekarang kita pergi ke direktori dimana mysql terinstall. Di komputer yang saya gunakan pada saat menulis ini ada di C:\xampp\mysql\bin. Kita akan menjalankan mysql.exe yang ada di folder bin. Coba dengan mengetikkan : cmd C:\xampp\mysql\bin

- Posisi sekarang sudah ada di C:\xampp\mysql\bin, lalu ketik mysql –u root -p


Keterangan:
mysql –u root –p

-u => username untuk login ke database, di kasus ini penulis menggunakan root
-p => kemudian disusul oleh –p untuk password yang digunakan

- Sekarang input password untuk username root, kalau tidak ada password maka enter saja

- Kalau sudah sukses maka terlihat pesan Welcome to the Mysql monitor….

- Sekarang kita sudah ada berada di wilayah kekuasaan database MySQL, apalagi dengan menggunakan root maka semua hak akses ada di tangan kita sekarang.

- Lalu setelah itu harus ngapain lagi? Berikut saya uraikan beberapa bagian.


Tips:
Sebaiknya tiap akhir dari command sql yang dituliskan, diakhiri dengan titik koma (;) untuk memberi tanda pada command prompt bahwa command/sintak yang ditulis berakhir sampai disitu dan siap untuk dijalankan setelah menekan enter.

1. Menampilkan daftar database
mysql > show databases;



Terlihat daftar database yang sudah tersedia. Lalu bagaimana jika ingin mengakses table-table yang di database tertentu? Ada di point ke-2 berikut.

2. Menggunakan database
mysql >use latihan;
jika muncul Database changed, maka posisi sekarang ada di database latihan dan sudah bisa mengakses semua table di dalamnya.

3. Menampilkan daftar table
Mysql > show tables;


4. Melakukan query pada table yang sudah ada
mysql > select * from ms_users;


5. Membuat table baru
mysql> create table ms_barang
-> (
-> kd_barang int primary key,
-> nama_barang varchar(100),
-> harga_satuan int,
-> stok int
-> );
Query OK, 0 rows affected (0.09 sec)

6. Menghapus table
mysql -> drop tables guestbook;

7. Keluar dari database mysql ketik mysql > exit, pastikan keluar pesan Bye.

Dan masih banyak lagi sintak sql yang bisa digunakan, pada dasarnya semua sintak query bisa dieksekusi lewat command prompt. Jadi silahkan mencoba dan berkreasi sendiri, sekarang gunakan kemampuan query anda lewat command prompt tanpa mengandalkan tools yang sudah ada itu :). Pada artikel ini hanya sebatas pengenalan buat pembaca, jalan lain ke roma untuk mengakses database My SQL. Semoga bermanfaat.

Thursday, September 11, 2008

Generate ID Dengan Pola Tertentu Dengan PHP

Dari artikel berikut, sebuah kode yang baik tentunya memiliki pola dan jumlah digit tertentu. Misalnya kode transaksi yang diinput di table transaksi, terdiri dari 8 digit dimana empat digit pertama adalah tahun entri dan 4 digit terakhir adalah nomor urut dari transaksi yang terjadi di tahun entri. Pola yang dimaksud adalah
YYYYXXXX
YYYY = 4 digit tahun entri
XXXX = nomor urut dari transaksi yang dientri selama tahun YYYY

Dari kombinasi urutan di atas, berarti maksimal transaksi yang terjadi dalam satu tahun adalah 9999 item transaksi. Bagaimana kalau lebih dari 9999, tentunya dengan 4 digit no urut di atas tidak cukup, maka sebaiknya jangan dibuat per tahun, tapi tambahkan per tahun dan perbulan bahkan per tanggal jika transaksi per hari sampai puluhan ribu.

Contoh data transaksi
kd_tr tgl_tr kd_brg kd_plg jlh_beli
20080001 12/06/2008 B0001 P0001 5
20080002 11/08/2008 B0002 P0005 6
20080003 28/08/2008 B0001 P0002 7

Pertama buatlah table transaksi

Siapkan table

create table trbeli
(
kd_tr char(8) primary key,
tgl_tr date,
kd_brg char(5),
kd_plg char(5),
jlh_beli int
)

con.php

$hostname = "localhost";
$username = "root";
$password = "";
$dbname = "tokoabc”;

$con = mysql_connect($hostname,$username,$password);
mysql_select_db($dbname,$conn) or die ("Tidak bisa melakukan koneksi ke database");
?>

entri_tr.php

include ("con.php"); // koneksi database

$yyyy = date(“Y”);

//ambil nomor maksimal dan tambahkan 1 dari no urut yang sudah ada
$sql_id = "select max(right(kd_tr,4)) + 1 as new_count from trbeli where left(kd_tr,4)=’$yyyy’";
$rs_id = mysql_query($sql_id, $con) or die ("Query error");
$row_id = mysql_fetch_array($rs_id);

$x = $row_id['kd_tr'];

//jika belum ada transaksi maka no urut dimulai dari 1
if($x == 0 || $x == NULL){
$x = 1;
}

//untuk menjaga agar jumlah digit no urut tetap 4 digit
if(strlen($x) == 1){
$x = "000" . $x;
}
else if(strlen($x) == 2){
$x = "00" . $x;
}
else if(strlen($x) == 3){
$x = "0" . $x;
}


$kd_tr = $yyyy . $x;
//diasumsikan value kode dan jumlah barang disubmit dari form
$kd_brg = $_POST[‘kd_brg’];
$jlg_beli = $_POST[‘jlh_beli’];

$sql = “insert into trbeli(kd_tr, tgl_tr, kd_brg, kd_plg, jlh_beli)
values(‘$kd_tr’, ’now()’,’$kd_brg’,’$jlh_beli’)”;

if(mysql_query ($sql, $con))
{
eho “Sukses menyimpan traksaksi”;
}
ese
{
echo “Gagal menyimpan transaksi”;
}

mysql_close($con);

?>

Menampilkan Slide Gambar dengan Javascript

Biasanya menampilkan gambar secara bergantian dibuat dengan flash, lalu bagaimana kalau gambar yang ditampilkan selalu berubah ataupun bertambah terus. Repot bukan kalau mesti ubah file flashnya?

Berikut ini contoh slide gambar yang ditampilkan tiap berapa detik di halaman web site dengan menggunakan javascript. Dari contoh berikut bisa dikombinasikan dengan web programming seperti PHP dan sedikit sentuhan AJAX, namun dari contoh di bawah hanya memberikan contoh dengan javascript saja. Semoga dengan contoh ini bisa ada gambaran untuk bisa dibuat lebih dinamis.

<html>

<head>

<title>Slide dengan Javascript</title>


<script language=”javascript”>

     

      var i=0;

      img =new Array();

      img[0]="1.gif";

      img[1]="2.gif";

      img[2]="3.gif";

      img[3]="4.gif";

      img[4]="5.gif";


      function slide()

      {

            document.anim.src=img[i];

            setTimeout("slide()", 1000);

            i++;

            if(i==5)

            {

                  i=0;

            }

      }

     

                 

</script>


</head>


<body onLoad="slide()">

<img src="1.gif" name="anim">

</body>

</html>




Untuk mencobanya, sediakan 5 file gambar dengan nama file 1.gif s/d 5.gif atau bisa dimodifikasi sendiri nama gambarnya.

Wednesday, September 10, 2008

Menampilkan Umur Halaman Dengan Javascript

Berikut ini Anda bisa mendapatkan contoh program sederhana menampilkan umur halaman browser dengan menggunakan javascript. Waktu mulai dijalankan pertama kali browser dibuka dan umur halaman ditampilkan dalam format jam:menit:detik.

<html>

<head>

<title>Umur halaman</title>

<script language="javascript">


var second=0;

var hour=0;

var minute=0;

function showCounter()

{

second++;

document.getElementById("divCounter").innerHTML="Umur halaman : " + hour + ":" + minute + ":" + second; //mengupdate waktu yang berubah tiap detik

setTimeout("showCounter()",1000);

if(second==60) //jika sudah 60 detik maka menit bertambah-tambah satu

{

second=0;

minute++;

}

if(minute==60)//jika sudah 60 menit maka jam bertambah-tambah satu

{

minute=0;

hour++;

}

}


</script>

</head>


<body onload="showCounter()">

<div align="center" id="divCounter" style="font-size:50px;font-family:Arial"></div>

</body>

</html>

Cara menginstall paket XAMPP di Linux

Selama ini terbiasa main php di Windows, lalu bagaimana kalau coding di Linux? Ada beberapa teman yang menanyakan hal ini, jadinya saya juga penasaran mencobanya di Linux. Kalau menggunakan paket XAMPP,Anda bisa mencobanya dengan mengunjungi link : http://www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html, maka di sana sudah tersedia paket khusus untuk digunakan di Linux beserta langkah-langkah instalasinya. Download dulu filenya lalu tinggal sedikit menggunakan text command linux untuk menjalankan installernya.

Selamat mencoba.

Web Hosting Gratisan

Waktu itu berselancar dengan santai setelah makan siang di detiknet.com, di sana ada artikel yang menuliskan alamat web site web hosting gratisan. Lumayan besar kapasitas nya sekitar 250 MB dan mendukung PHP, tersedia database server MySQL.

Jika Anda tertarik silahkan klik di www.000webhost.com atau www.890m.com. Web hosting ini cukup baik untuk pemula yang ingin belajar mengupload file web ke web server, karena di sini disedikan fasilitas File Manager dan FTP.

Lalu jika maksud ingin membeli domain sendiri maka tinggal diarahkan saja ke domain Anda, karena domain yang kita dapatkan pastinya berupa sub domain dari web hostingnya. Jika Anda ingin menggunakan ftp, maka sebaiknya gunakanlah software ftp seperti FTP Foyager, Cut FTP, dll.

Thursday, November 15, 2007

PHP Database ODBC

Minggu yang lalu saya sedang mengajarkan materi Database Connection with PHP di sebuah kelas kursus. Database yang digunakan adalah MySql. Salah seorang siswa langsung nunjuk tangan, Kak.. saya mempunyai aplikasi yang databasenya Ms Access, rencananya setelah belajar PHP saya akan coba buat aplikasi web base dengan PHP juga tetapi databasenya menggunakan Ms Access sehingga ada dua aplikasi yang mengakses database yang sama.
Saya bilang bisa saja, kebetulan saya pernah baca sebuah artikel dari web site dan disitu ada contoh koneksi ke database seperti MsAccess, SQL Server dan database yang lain dengan menggunakan ODBC(Open DataBase Connectivity).

Artikelnya bisa dibaca di PHP Database ODBC


Saturday, November 10, 2007

Senang bisa membantu rekan2 hanya dengan Pivot table

Seminggu ini di kantor saya rekan-rekan lagi sibuk persiapan annual report.
Waduh kok internet lambat banget yah, gw lagi download data nih lama banget…

Ops.. kok USB gw gk kedetek yah.. tadi lagi kopi data tapi tiba-tiba hank.. padahal rencanya mau ngerjain di rumah
Kok totalnya gk balance yah dengan data yang bulan kemarin.
Kayaknya harus begadang lagi nih, report saya belum kelar-kelar.
Dll..



Akhirnya salah satu dari rekan minta Bantu ke saya,

Rekan : kat bisa minta Bantu gk, bisa gk kalau datanya diambil langsung reportnya seperti ini.

Gw : Bisa aja, datanya mau ambil dari tahun kapan sampai tahun kapan.. …

Udah gitu.. tinggal main query aja tekan F5 tunggu beberapa detik datanya udah tampil, tinggal dicopy-paste di excel lalu dibuat pakai pivot table. Nah, udah nih laporannya dibuat seperti apa modelnya, bebas mau apa saja.

Pas rekan2 lihat…
Rekan : nah yang ini nih yang saya mau.. kalau begini bisa gk..
Gw : Bisa..
Rekan : Iss.. mantep.. klo yg ini bisa gk.
Gw: Bisa..
Rekan : Wah.. yang ini nih.. kok gk dari kemarin yah.. gw udah capek2 buat manual udah beberapa hari. Ini tinggal sekejap jadi apa yang kita mau.
Kalau mau buat chart/grafik bisa gk?
Gw: Bisa.. mau grafiknya seperti apa.. bisa aja
Rekan : Wah.. mantep.. . thanks kat.. ntar saya traktir yah hahaha….akhirnya saya bisa pulang cepat hari ini, saya bisa bernafas lega.. haha..

Rekan + gw : Haha………………

Pivot table diajarin oleh dosen gw hampir dua tahun lalu, terasa juga gunanya. Saya senang ilmu saya bisa dipakai.. Saya bisa membantu rekan2 hanya dengan Pivot table hari ini.

Friday, November 9, 2007

Membuat Store Procedure

Store procedure (sp) merupakan procedure yang menjalankan perintah SQL yang prosesnya dilakukan di server, aplikasi hanya memanggil prosedure dan mengirimkan parameter yang berisi data yang akan digunakan si sp untuk mengeksekusi atau memproses data.


1. Cara Membuat Store Procedurecreate procedure (@param1 ,@param2 ,…..)as ………
Contoh:create procedure GetCustomerData(@CustomerID char(5))asselect * from MsCustomer where CustomerID=@CustomerID
2. Cara mengeksekusi Sp di aplikasi
Aplikasi yang digunakan disini misalnya Visual Basic 6, contohnya:
Dim rs as ADODB.Recordset
Private Sub GetDataCustomer()set rs=new ADODB.Recordsetrs.Open “GetCustomerData ‘” & txtCustomerID.Text & “‘”,Conn,1,3
if rs.RecordCount>0 thentxtName.Text=rs!CustomerNametxtAddress.Text = rs!AddresstxtTelpon.Text=rs!TelponNumber
End If
rs.close
End Sub

Menjalankan Web Service Sekaligus di Komputer yang Sama

Kita mau agar di komputer kita jalan dua web service sekaligus menggunakan IIS dan Apache. Biasanya default kedua web service ini menggunakan port 80 sehingga kalau dijalankan bersamaan tentunya bentrok, jadi salah satunya harus mengalah dalam arti servicesnya distop. Cara ini agak repot, nah supaya dua-duanya bisa jalan sekaligus portnya harus dibedakan, misalnya untuk IIS tetap 80, apache (dalam artikel ini penulis menggunakan xampp-win32-1.6.4) kita ganti jadi port 81.
Caranya bagaimana? Berikut langkah-langkah singkatnya.

1. Cari file httpd.conf di folder conf tempat xampp diinstall, dalam contoh ini diinstall di C:\Program Files\xampp\apache\conf\httpd.conf
2. Buka dengan notepad atau editor yang lain.
3. Cari line code Listen 80 (atau tekan Ctrl+F) maksudnya adalah kita mau ubah port 80 menjadi 81, ubah Listen 80 jadi Listen 81
4. Cari line code ServerName localhost:80 (atau tekan Ctrl+F), ubah menjadi ServerName localhost:81
5. Restart apache dari XAMPP Control Panel Application, dari Start->All Programs -> apachefriends->xampp->CONTROL XAMPP SERVER PANEL.
6. Masuk ke web browser ketikkan http://localhost:81 di address bar, kalau bisa berarti setingannya sudah benar. Sekarang di komputer anda sudah bisa menggunakan IIS dan apache bersamaan.