No So Mesia
(Lagu Natal Bahasa Nias)
Verse 1
Me oi mörö metalu mbongi
Me oi mondruhö lö nini-nini
Ha haga mbawa ba haga ndröfi
Betilekhema hulö zangifi
Chorus
Ha kubalo zi so ba mbenua
Me möi ba khöra ndra mala'ika
Ba wangombakha turia da'a
No so Mesia...
Verse 2
Da'ö dandrami nami'ila
No lafagaya sa ba luha
Keriso So'aya ya'ia Mesia
No amaedola lili sa'ia khöda
Chorus
Me larugi sindruhu da'ö
Fao fangalulu latuhi danö
Atoto alulu wesu horö
No so Mesia...
Ya'ahowu adalah kata sapaan suku Nias, sebuah suku yang tinggal di pulau Nias (Ono Niha) jauh di ufuk barat pulau Sumatera. Ya'ahowu ada banyak arti dan digunakan dalam banyak keadaan. Bisa diartikan salam, Tuhan memberkati, semoga sukses, selamat, dsb.
Wednesday, January 24, 2018
Tuesday, January 23, 2018
Ni’owuru (Bagian ke-2)
Meneruskan tulisan saya sebelumnya mengenai Ni'owuru di tautan http://onekhe.blogspot.co.id/2012/02/niowuru.html yang sudah terposting beberapa tahun yang lalu. Banyak warisan budaya dari daerah Nias yang tidak banyak dikenal oleh banyak orang bahkan mungkin orang Nias asli yang lahir di luar pulau Nias. Ni'owuru ini salah satu makanan khas di pulau Nias dan susah didapatkan di daerah lain. Ni'owuru yang rasanya asin, asin pahit karena kadar garamnya yang sangat tinggi, namun rasa nikmat dan khasiat dari makanan ini tetap terasa dan tak terlupakan. Bagi orang Nias yang sudah lama di perantauan pasti merindukan makanan yang satu ini.
Sebuah tulisan yang berjudul "Ni Oworu, Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2016" di tautan https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/2016/11/04/ni-oworu-warisan-budaya-takbenda-indonesia-2016/, memberikan sebuah keterangan bahwa Ni'owuru sudah mulai punah, entah informasi ini diperoleh dari mana tetapi saya percaya tulisan ini tentu ada sumber referensinya. Bisa jadi Ni'owuru ini sudah mulai langka di pulau Nias karena berkembangnya teknologi seperti saat ini sudah ada mesin kulkas (freezer) yang digunakan untuk mengawetkan bahan makanan.
Kalau dilihat dari asal usulnya, ni'owuru ini salah satu cara mengawetkan makanan khususnya daging babi dengan garam lalu kemudian disimpan dalam wadah tertutup, cara ini dilakukan pada zaman dahulu dikala itu belum ada mesin kulkas bahkan listrik pun juga belum masuk di Nias.
Jadi bisa saja cara mengawetkan daging menggunakan garam ini akan semakin langka dan susah didapatkan lagi di Pulau Nias. Karnea dari sisi kesehatan mengkosumsi garam berlebihan bisa menyebabkan berbagai penyakit bagi tubuh. Rasa daging yang diawetkan dengan garam tentu tidak seperti rasa aslinya, namun dengan menggunakan freezer rasanya aslinya tetap awet. Inilah yang menyebabkan daging ni'owuru ini bisa jadi akan semakin langka. Mungkin saja nanti beberapa tahun lagi, ni'owuru ini hanya tinggal nama saja.
Perlu ada tindakan untuk melestarikan budaya yang satu ini agar tetap eksis dan tidak tinggal nama. Mungkin perlu dibuat menjadi oleh-oleh khas Nias, dibuat dalam kemasan khusus, dijual di warung daging ataupun di pusat oleh-oleh khas Nias.
Mungkin pernah mendengar "Ikan Roa" dari Manado, ikan ini merupakan ikan khas dari Manado. Rasanya enak dan gurih, akan lebih nikmat bila dijadikan sambel roa. Ikan roa inipun menjadi oleh-oleh khas Manado bahkan bisa dipesan secara online. Sebenarnya ikan ini bisa didapatkan hampir di semua perairan Indonesia termasuk di pulau Nias, orang Nias menyebut ikan ini ikan "toda". Tetapi mengapa ikan roa ini sangat khas, karena mereka kemas menjadi oleh-oleh khas. Tidak salah bila masyarakat Nias belajar bagaimana mengemas dan dapat menjual Ni'owuru menjadi khas seperti Ikan Roa dari Manado.
Semoga pengrajin dan kuliner di pulau Nias dapat mengemas Ni'owuru ini menjadi sesuatu yang bernilai dan dicari di pulau Nias, menjadi komoditas yang bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Berharap dengan brand dan rasa khasnya, menjadi oleh-oleh wajib masyarakat Nias yang pulang kampung dan bahkan wisatawan yang datang ke Nias juga menjadi penasaran dan mencoba oleh-oleh ni'owuru ini, semoga saja...
Ya'ahowu.
Sebuah tulisan yang berjudul "Ni Oworu, Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2016" di tautan https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/2016/11/04/ni-oworu-warisan-budaya-takbenda-indonesia-2016/, memberikan sebuah keterangan bahwa Ni'owuru sudah mulai punah, entah informasi ini diperoleh dari mana tetapi saya percaya tulisan ini tentu ada sumber referensinya. Bisa jadi Ni'owuru ini sudah mulai langka di pulau Nias karena berkembangnya teknologi seperti saat ini sudah ada mesin kulkas (freezer) yang digunakan untuk mengawetkan bahan makanan.
Kalau dilihat dari asal usulnya, ni'owuru ini salah satu cara mengawetkan makanan khususnya daging babi dengan garam lalu kemudian disimpan dalam wadah tertutup, cara ini dilakukan pada zaman dahulu dikala itu belum ada mesin kulkas bahkan listrik pun juga belum masuk di Nias.
Jadi bisa saja cara mengawetkan daging menggunakan garam ini akan semakin langka dan susah didapatkan lagi di Pulau Nias. Karnea dari sisi kesehatan mengkosumsi garam berlebihan bisa menyebabkan berbagai penyakit bagi tubuh. Rasa daging yang diawetkan dengan garam tentu tidak seperti rasa aslinya, namun dengan menggunakan freezer rasanya aslinya tetap awet. Inilah yang menyebabkan daging ni'owuru ini bisa jadi akan semakin langka. Mungkin saja nanti beberapa tahun lagi, ni'owuru ini hanya tinggal nama saja.
Perlu ada tindakan untuk melestarikan budaya yang satu ini agar tetap eksis dan tidak tinggal nama. Mungkin perlu dibuat menjadi oleh-oleh khas Nias, dibuat dalam kemasan khusus, dijual di warung daging ataupun di pusat oleh-oleh khas Nias.
Mungkin pernah mendengar "Ikan Roa" dari Manado, ikan ini merupakan ikan khas dari Manado. Rasanya enak dan gurih, akan lebih nikmat bila dijadikan sambel roa. Ikan roa inipun menjadi oleh-oleh khas Manado bahkan bisa dipesan secara online. Sebenarnya ikan ini bisa didapatkan hampir di semua perairan Indonesia termasuk di pulau Nias, orang Nias menyebut ikan ini ikan "toda". Tetapi mengapa ikan roa ini sangat khas, karena mereka kemas menjadi oleh-oleh khas. Tidak salah bila masyarakat Nias belajar bagaimana mengemas dan dapat menjual Ni'owuru menjadi khas seperti Ikan Roa dari Manado.
Semoga pengrajin dan kuliner di pulau Nias dapat mengemas Ni'owuru ini menjadi sesuatu yang bernilai dan dicari di pulau Nias, menjadi komoditas yang bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Berharap dengan brand dan rasa khasnya, menjadi oleh-oleh wajib masyarakat Nias yang pulang kampung dan bahkan wisatawan yang datang ke Nias juga menjadi penasaran dan mencoba oleh-oleh ni'owuru ini, semoga saja...
Ya'ahowu.
Takut Karena Tidak Tau
Banyak orang yang merasa takut dalam kondisi dan tempat tertentu bukan karena ditakuti oleh pihak lain, misalnya dikejar anjing, dikejar sama orang gila, atau dihantui oleh roh dunia, namun rasa takut muncul karena "tidak tau".
Saat di sekolah dulu, bila tugas dari guru belum selesai karena memang tidak tau mau jawab apa, ada rasa takut dan cemas datang ke sekolah, karena ketidak tahuan mau jawab apa sehingga tugas belum selesai, lepas dari segala usaha yang mungkin bisa dilakukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Sebelum mengikut ujian kenaikan kelas dan bahkan ujian kelulusan nasional, ada rasa takut karena takut tidak lulus karena tidak mampu menjawab soal-soal ujian karena "tidak tau". Ketika dipanggil oleh perusahaan untuk mengikuti interview lamaran kerja, ada rasa cemas dan takut nanti tidak diterima karena "tidak tau" apa harus dijawab saat interview. Di saat mengajar, ini khusus bagi yang berprofesi sebagai pengajar atau guru atau dosen, di saat masuk ke kelas ada rasa takut nantinya tidak bisa mengajarkan materi karena tidak tau banyak tentang bahan materi yang diajarkan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Jadi, rasa takut itu disumbangkan oleh ketidak tahuan sesuatu hal. Agar tidak takut maka ketahuilah apa seharusnya diketahui... begitu (ini sedikit mirip kata-kata seseorang motivator kondang yang kisi sudah on air lagi).
Saat di sekolah dulu, bila tugas dari guru belum selesai karena memang tidak tau mau jawab apa, ada rasa takut dan cemas datang ke sekolah, karena ketidak tahuan mau jawab apa sehingga tugas belum selesai, lepas dari segala usaha yang mungkin bisa dilakukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Sebelum mengikut ujian kenaikan kelas dan bahkan ujian kelulusan nasional, ada rasa takut karena takut tidak lulus karena tidak mampu menjawab soal-soal ujian karena "tidak tau". Ketika dipanggil oleh perusahaan untuk mengikuti interview lamaran kerja, ada rasa cemas dan takut nanti tidak diterima karena "tidak tau" apa harus dijawab saat interview. Di saat mengajar, ini khusus bagi yang berprofesi sebagai pengajar atau guru atau dosen, di saat masuk ke kelas ada rasa takut nantinya tidak bisa mengajarkan materi karena tidak tau banyak tentang bahan materi yang diajarkan. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Jadi, rasa takut itu disumbangkan oleh ketidak tahuan sesuatu hal. Agar tidak takut maka ketahuilah apa seharusnya diketahui... begitu (ini sedikit mirip kata-kata seseorang motivator kondang yang kisi sudah on air lagi).
Monday, January 22, 2018
Bawi dipelihara hampir setiap rumah
"Bawi" atau babi dalam bahasa Indonesia, begitulah Orang Nias menyebut binatang berkaki empat yang merupakan binatang peliharaan berharga paling mahal dan sangat dibutuhkan di Pulau Nias. Setiap keluarga beternak babi umumnya masyarakat yang tinggal di pedesaan atau pesisir. Aneh rasanya bila sebuah keluarga tidak beternak babi, mungkin inilah yang dirasa unik di pulau Nias.
Bawi atau babi, salah satu jenis binatang omnivora yang memakan segalanya, termasuk binatang yang mudah dipelihara karena hampir memakan pakan apa saja, bahkan bila dibiarkan di daerah terbuka binatang ini bisa mencari makan sendiri, seperti babi hutan. Di Nias, masyarakat yang memelihara bawi memberikan pakan babi dari batang atau daun ubi jalar, kelapa, ubi-ubian dan dedak padi, namun beberapa tahun terakhir ini banyak yang mulai menggunakan pakan instan yang bisa dibeli di toko atau warung. Dulu masyarakat menggunakan "lomo", sebagai wadah untuk menampung sisa makanan yang sudah membusuk dan dicampur dengan air, sehingga berbau busuk, dan airnya yang akan dijadikan sebagai cairan campuran makanan babi. Bisa dibayangkan baunya bagaimana, makanya yang suka memberi makan babi, tangannya berbau busuk, khas bau lomo, dan susah hilang dalam beberapa hari, jadi kalau ada di tempat umum, bisa saja bau lomo ini tercium.
Ok, kembali lagi ke bawi, mengapa babi itu dipelihara hampir semua rumah tangga di Nias? Karena babi ini adalah komoditas paling dibutuhkan khususnya dalam acara adat. Dalam acara adat, acara syukuran keluarga, acara rohani, menjamu tamu, atau apapun acara perkumpulan di Nias, babi menjadi barang yang harus ada dan menjadi konsumsi paling mewah dan berharga. Bisa dibilang bawi ini adalah makanan paling mewah di pulau Nias, tanpa makan bawi rasanya ada yang kurang dan sudah melekat pada kebiasaan adat di Nias. Jadi itulah mengapa setiap keluarga berusaha untuk memelihara babi, biar pada saat keluarga ini butuh babi maka tinggal ambil babi peliharaan sendiri dan tidak repot untuk mencari di tempat lain, selain juga harga babi di Nias cukup mahal juga.
Ya'ahowu.
HCZ
Bawi atau babi, salah satu jenis binatang omnivora yang memakan segalanya, termasuk binatang yang mudah dipelihara karena hampir memakan pakan apa saja, bahkan bila dibiarkan di daerah terbuka binatang ini bisa mencari makan sendiri, seperti babi hutan. Di Nias, masyarakat yang memelihara bawi memberikan pakan babi dari batang atau daun ubi jalar, kelapa, ubi-ubian dan dedak padi, namun beberapa tahun terakhir ini banyak yang mulai menggunakan pakan instan yang bisa dibeli di toko atau warung. Dulu masyarakat menggunakan "lomo", sebagai wadah untuk menampung sisa makanan yang sudah membusuk dan dicampur dengan air, sehingga berbau busuk, dan airnya yang akan dijadikan sebagai cairan campuran makanan babi. Bisa dibayangkan baunya bagaimana, makanya yang suka memberi makan babi, tangannya berbau busuk, khas bau lomo, dan susah hilang dalam beberapa hari, jadi kalau ada di tempat umum, bisa saja bau lomo ini tercium.
Ok, kembali lagi ke bawi, mengapa babi itu dipelihara hampir semua rumah tangga di Nias? Karena babi ini adalah komoditas paling dibutuhkan khususnya dalam acara adat. Dalam acara adat, acara syukuran keluarga, acara rohani, menjamu tamu, atau apapun acara perkumpulan di Nias, babi menjadi barang yang harus ada dan menjadi konsumsi paling mewah dan berharga. Bisa dibilang bawi ini adalah makanan paling mewah di pulau Nias, tanpa makan bawi rasanya ada yang kurang dan sudah melekat pada kebiasaan adat di Nias. Jadi itulah mengapa setiap keluarga berusaha untuk memelihara babi, biar pada saat keluarga ini butuh babi maka tinggal ambil babi peliharaan sendiri dan tidak repot untuk mencari di tempat lain, selain juga harga babi di Nias cukup mahal juga.
Ya'ahowu.
HCZ
Saturday, January 20, 2018
Mado
Mado atau marga atau family name, dimiliki oleh setiap orang yang berasal dari Suku Nias. Mado akan dipakai sebagai pelengkap nama setiap keturunan orang Nias. Seperti suku lain yang juga memiliki marga, Nias merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki marga dan digunakan dalam setiap nama karena memiliki makna yang sangat kuat, yang menandakan sebagai garis keturunan dari suatu marga atau keluarga besar. Setiap anak yang baru lahir diberikan nama dan marga mengikuti marga dari ayahnya, karena di Nias mengikuti garis keturuan ayah atau Patrilineal.
Mado pada awalnya berasal dari nama Kakek moyang atau leluhur yang kemudian nama tersebut digunakan oleh keturunan berikutnya dalam namanya. Mado bukan pemberian, tetapi karena sudah takdir lahir dalam sebuah keluarga mado tertentu, bukan pilihan dan tidak dapat ditukar. Mado merupakah sebuah kebanggaan, karena beberapa mado di pulau Nias memiliki cerita kebanggaan leluhur di masa lalu. Dulu masyarakat Nias memiliki kasta mulai dari yang terendah sampai tertinggi dilihat dari harta, posisi dalam sebuah lingkungan sosial seperti menjadi seorang ketua adat, tokoh adat, kepala desa, tuhenori, dan posisi sosial lainnya. Dulunya, masyarant Nias yang memiliki harta yang banyak, sangat dihormati dan berada pada posisi tertinggi dalam lingkungan masyarakat, dipandang dan dihormati, sebab yang memiliki harta banyak mampu melakukan pesta adat atau Gowasa. Gowasa ini dilakukan untuk meningkatkan derajat atau kasta sosialnya, dengan melakukan pesta, mengundang masyarakat banyak. Dalam pesta di Nias, babi merupakan alat atau sarana dan konsumsi paling mewah saat acara pesta, tidak ada makanan lain atau tidak ada yang dibawa pulang yang lebih istimewa dan terhormat selain daging babi. Semakin banyak jumlah babi yang dikorbankan dalam acara pesta, maka semakin tinggilah nilai pesta tersebut yang serta merta akan meninggikan posisi atau kasta si pemilik pesta (Solau Gowasa). Setelah pesta, dia akan dinobatkan atau diangkat dan ditempatkan pada level tertinggi dan terpandang sampai nanti anak dan cucunya.
Kembali ke Mado, ada hubungan kekeluargaan dan kebanggaan tersendiri, dimana dan siapapun itu, asal sesama marga. Misalnya ada seorang pejabat, katakanlah marga Laoli menjadi seorang Menteri, maka secara alamiah khususnya yang bermarga Laoli akan sangat bangga dan membagga-banggakan sosok pejabat tersebut.
Mado apakah bisa diberikan atau dihadiahkan? Beberapa masyarakat bukan asli Nias, tetapi sudah lama tinggal di Nias, memiliki mado karena pemberian. Ini bisa dilakukan oleh keluarga besar atau mado tertentu di Nias, karena sudah dianggap saudara, memiliki hubungan baik sehingga sebagai tanda persaudaraan diberilah mado. Beberapa yang saya ketahui seperti di Kota Gunungsitoli, orang Tionghoa yang sudah lama tinggal di pulau Nias, mereka memiliki mado seperti Harefa, Zebua dan sebagainya. Ini merupakah sebuah pemberian dan kehormatan kepada seseorang yang diberikan mado.
Beberapa mado di Nias, memperbolehkan perkawinan sesama mado, karena bila dilihat dari garis keturunan sudah cukup jauh. Namun ada juga mado yang tidak memperbolehkan kawin sesama mado, bahkan ada fondrako (perjanjian leluhur yang tidak boleh dilanggar) dan sampai kepada keturunan tetap menyakini fondrako tersebut. Bila ada yang mencoba melanggar maka itu dianggap tabu dan memalukan, dan bahkan diyakini akan menerima kutukan.
Mado... he mado...? Ya'ahowu mado... (di dalamnya ada makna, hei..kamu adalah saudaraku, begitulah kira-kira). Begitulah sapaan keakraban kepada seseorang yang baru kita kenal tetapi sesama mado.
Ya'ahowu!
HCZ
Ya'ahowu!
HCZ
Friday, July 28, 2017
Table Utama dalam Feeder PDDIKTI
Lewat WS (Web Service) yang sudah disediakan dalam Feeder PDDIKTI, user dalam hal ini Perguruan Tinggi (PT) bisa mengakses struktur database yaitu tabel dan tipe datanya. Tujuan dari WS Feeder adalah untuk memberikan kemudahan bagi user dalam hal ini PT dalam melakukan automasi transformasi data. Automasi transformasi data artinya user dapat membuat aplikasi middleware yang berguna untuk mentransfer data secara otomatis dari Database PT ke Database Feeder.
Apa keuntungannya? Keuntungannya adalah dengan aplikasi middleware WS, proses transfer data dapat dilakukan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, misalnya User memiliki 100 mahasiswa baru, normalnya data ini diinput manual satu persatu lewat aplikasi Feeder, bisa dibayangkan berapa lama waktu yang digunakan. Kita ambil contoh, seorang User (operator) umpamanya untuk menginput data satu orang mahasiswa membutuhkan waktu 1 menit, maka untuk 100 mahasiswa membutuhkan waktu 1 jam 40 menit. Lalu bagaimana kalau jumlah mahasiswanya 1000 sampai 5000 orang, bisa dihitung sendiri berapa lama.
Namun dengan aplikasi middleware WS, 100 data mahasiswa ini bisa diimport ke database Feeder hanya dalam hitungan menit. Dengan aplikasi middleware WS, dapat diinput langsung ke database dalam jumlah yang banyak. Tetapi tentu sebelum proses transfer yang harus disiapkan adalah staging data. Staging data ini adalah copy table PDPT dengan struktur tabel yang sama, lalu data diinput dalam tabel staging ini. Tentu hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah memiliki pengentahuan database. Bagaimana kalau operator adalah orang awam, latar belakang pendidikan bukan dari komputer atau tidak memiliki pengentahuan dalam bidang database, ya tentu harus meminta bantuan IT yang memang memiliki pengentahuan database.
Kalau kita lihat daftar tabel yang ada di Feeder PDDIKTI, saya bisa rangkum hanya menjadi beberapa table utama, yaitu:
- mahasiswa + mahasiswa_pt
- dosen + dosen_pt
- mata_kuliah
- kelas_kuliah
- nilai + kuliah_mahasiswa
- ajar_dosen
Sisanya adalah berupa tabel referensi atau pendukung saja. WS ini sangat-sangat bisa diterapkan bagi PT yang sudah memiliki sistem informasi akademik (SIA), sangat mungkin untuk diintegrasikan. Lalu bagaimana dengan PT yang belum memiliki SIA, apakah bisa menggunakan WS ini? Sebelum saya jawab, masa ia sih hari gini belum memiliki SIA? :) Oklah mungkin saja ada PT yang belum memiliki SIA sama sekali, jadi database akademik masih file based, disimpan dalam file seperti excel, apakah bisa? Ya tentu bisa digunakan, apalagi bila datanya disimpan di file.
Jadi bagi PT yang selama ini menginput manual data di PDPT, mulailah mempelajari bagian ini, karena sangat jauh lebih efektif, menghemat waktu dan tenaga. HCZ.
Apa keuntungannya? Keuntungannya adalah dengan aplikasi middleware WS, proses transfer data dapat dilakukan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, misalnya User memiliki 100 mahasiswa baru, normalnya data ini diinput manual satu persatu lewat aplikasi Feeder, bisa dibayangkan berapa lama waktu yang digunakan. Kita ambil contoh, seorang User (operator) umpamanya untuk menginput data satu orang mahasiswa membutuhkan waktu 1 menit, maka untuk 100 mahasiswa membutuhkan waktu 1 jam 40 menit. Lalu bagaimana kalau jumlah mahasiswanya 1000 sampai 5000 orang, bisa dihitung sendiri berapa lama.
Namun dengan aplikasi middleware WS, 100 data mahasiswa ini bisa diimport ke database Feeder hanya dalam hitungan menit. Dengan aplikasi middleware WS, dapat diinput langsung ke database dalam jumlah yang banyak. Tetapi tentu sebelum proses transfer yang harus disiapkan adalah staging data. Staging data ini adalah copy table PDPT dengan struktur tabel yang sama, lalu data diinput dalam tabel staging ini. Tentu hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah memiliki pengentahuan database. Bagaimana kalau operator adalah orang awam, latar belakang pendidikan bukan dari komputer atau tidak memiliki pengentahuan dalam bidang database, ya tentu harus meminta bantuan IT yang memang memiliki pengentahuan database.
Kalau kita lihat daftar tabel yang ada di Feeder PDDIKTI, saya bisa rangkum hanya menjadi beberapa table utama, yaitu:
- mahasiswa + mahasiswa_pt
- dosen + dosen_pt
- mata_kuliah
- kelas_kuliah
- nilai + kuliah_mahasiswa
- ajar_dosen
Sisanya adalah berupa tabel referensi atau pendukung saja. WS ini sangat-sangat bisa diterapkan bagi PT yang sudah memiliki sistem informasi akademik (SIA), sangat mungkin untuk diintegrasikan. Lalu bagaimana dengan PT yang belum memiliki SIA, apakah bisa menggunakan WS ini? Sebelum saya jawab, masa ia sih hari gini belum memiliki SIA? :) Oklah mungkin saja ada PT yang belum memiliki SIA sama sekali, jadi database akademik masih file based, disimpan dalam file seperti excel, apakah bisa? Ya tentu bisa digunakan, apalagi bila datanya disimpan di file.
Jadi bagi PT yang selama ini menginput manual data di PDPT, mulailah mempelajari bagian ini, karena sangat jauh lebih efektif, menghemat waktu dan tenaga. HCZ.
Saturday, July 8, 2017
NEW PATCH PD DIKTI v2.0 B
Sejak 21 Juni 2017 DIKTI mengeluarkan new patch untuk aplikasi PD DIKTI v2.0b dengan penambahan fitur web service 2.0 WSDL dan panambahan fitur baru WS JSON. Fitur WS ini sangat membantu perguruan tinggi untuk melakukan transfer data (export/import) antara feeder dan sistem perguruan tinggi (PT). Normalnya data diinput manual lewat aplikasi feeder, semua sudah ada user interface untuk melakuan input dan proses data, namun bagi PT yang memiliki data dalam jumlah besar sudah tidak mungkin lagi dilakukan pengentrian satu per satu, bila dilakukan manual berapa banyak operator yang harus dipekerjakan untuk mengentri ratusan ribu rekord data. Dengan ada WS maka proses pengentrian data bisa dilakukan secara otomatis dari sistem PT ke feeder. DIKTI semakin memberi pelayanan yang mudah bagi PT, tentu kita berharap ke depannya fitur-fitur lain yang lebih memudahkan akan dirilis oleh DIKTI.
New patch: https://forlap.ristekdikti.go.id/files/feeder.
Friday, May 19, 2017
Satu Data: Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI)
Mewujudkan visi dan misi pemerintah khususnya Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) dengan tagline: satu bangsa, satu bahasa, satu data. Integrated database yang dicanangkan oleh Pemerintah dengan membangun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), sebuah sistem yang menghimpun semua data penyelenggaraan pendidikan tinggi dari seluruh Perguruan Tinggi (PT) yang terintegrasi secara nasional.
Alur Sistem PDDIKTI
Sumber: http://forlap.ristekdikti.go.id
Sumber: http://forlap.ristekdikti.go.id
PDDIKTI berfungsi sebagai sumber informasi bagi Lembaga Akreditasi; Pemerintah dalam melakukan pengaturan, perencanaan, pengawasan, evaluasi, dan pembinaan Program Studi dan Perguruan Tinggi; serta membantu Masyarakat untuk mengetahui kinerja Program Studi dan Perguruan Tinggi.
Setiap Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta wajib melaporkan Data Perguruan Tinggi, yaitu kumpulan fakta mengenai penyelenggaraan pendidikan tinggi, seperti data mahasiswa, dosen, matakuliah, kelas kuliah, nilai, dan sebagainya. Data ini dilaporkan oleh Perguruan Tinggi menggunakan Aplikasi Feeder yang sudah disediakan oleh Kemenristekdikti. Aplikasi Feeder adalah aplikasi berbasis client yang diinstall dan dioperasikan di setiap Perguruan Tinggi. Dalam aplikasi inilah Perguruan Tinggi melaporkan data-data akademiknya. Aplikasi ini sifatnya berdiri sendiri dan bekerja secara offline atau tanpa Internet, dan tidak selalu harus terhubung dengan server pusat PDDIKTI forlap.ristekdikti.go.id. Pada saat ingin mengirimkan data terbaru ke server PDDIKTI, maka Perguruan Tinggi dapat menggunakan fitur Sinkronisasi data pada aplikasi Feeder. Sinkronisasi data ini adalah proses dimana data yang ada di client dan di server disamakan.
Perguruan Tinggi yang jumlah mahasiswa dan kelas perkuliahannya banyak, tentu menjadi tantangan dalam proses penginputan data. Maka untuk membantu hal tersebut, PDDIKTI menyediakan web service yang dapat dimanfaatkan oleh Perguruan Tinggi agar dapat mendukung interoperabilitas sistem yang sudah berjalan di Perguruan Tinggi masing-masing. Web service adalah perangkat lunak berbasis web untuk mendukung interoperabilitas interaksi data antar sistem.
Interoperabilitas sistem tentu bukan hal mudah karena tiap Perguruan Tinggi menggunaakn teknologi yang berbeda-beda seperti DBMS (database management system). Dengan web service Perguruan Tinggi dapat mengembangkan sendiri, bagaimana agar Database Feeder bisa terintegrasi dengan Database Perguruan Tinggi, sehingga proses transfer data dapat dilakukan secara otomatis, tentu dengan mengikuti constraints yang telah ditentukan oleh PDDIKTI. PDDIKTI menggunakan server terpusat forlap.ristekdikti.go.id dan akses ke server ini kadang terasa lambat. Hal ini akan lebih dirasakan lagi oleh Perguruan Tinggi yang ada di daerah yang belum dijangkau oleh akses Internet yang handal.
Thursday, November 28, 2013
Perjuangan naik kereta api Parung Panjang-Tanah Abang
Pak, bagaimana dulu ketika naik kereta lokotomatif dan masih satu jalur dari Parung Panjang-Tanah Abang?
Jawabnya: Wah dulu harus banyak sabarnya, mulai dari naik kereta yang gerbongnya penuh sesak penumpang, nunggunya lama berhenti di tiap stasiun atau di tengah-tengah jalan nunggu silang kereta lain. Itulah jawaban singkat seorang Bapak yang sudah tinggal lama di Griya Parung Panjang, mengenai kondisi kereta api perjalanan Parung Panjang-Tanah Abang 10 tahun yang lalu.
Kondisi Parung Panjang kini lebih baik, khususnya transportasi kereta api. Lima tahun yang lalu sejak pindah ke Griya Parung Panjang, masih merasakan bagaimana naik kereta yang penuh sesak dengan berbagai ragam penumpang, mulai dari penumpang biasa, pedagang yang suka bolak-balik melewati gerbong, pengamen, pengemis, penyampu kereta, dan penumpang yang membawa barang dagangannya. Benar-benar penuh sesak, penumpang bak barang yang ditumpuk-tumpuk tak beraturan, sampai bernafas saja susah karena penumpang yang saling berdempet-dempetan. Belum lagi rasa yang kurang nyaman karena bolak baliknya pedagang, ditambah lagi asap rokok penumpang lain yang tidak peduli dengan penumpang lain. Ditambah lagi maraknya pencopet dalam kereta, sedikit lengah barang bisa sirna sekejap.
Lengkap sudah perjuangan naik kereta dulu sebelum ada Commuter Line sebutan untuk kereta rel listrik (KRL) yang sudah masuk kini di Parung Panjang.
Jawabnya: Wah dulu harus banyak sabarnya, mulai dari naik kereta yang gerbongnya penuh sesak penumpang, nunggunya lama berhenti di tiap stasiun atau di tengah-tengah jalan nunggu silang kereta lain. Itulah jawaban singkat seorang Bapak yang sudah tinggal lama di Griya Parung Panjang, mengenai kondisi kereta api perjalanan Parung Panjang-Tanah Abang 10 tahun yang lalu.
Kondisi Parung Panjang kini lebih baik, khususnya transportasi kereta api. Lima tahun yang lalu sejak pindah ke Griya Parung Panjang, masih merasakan bagaimana naik kereta yang penuh sesak dengan berbagai ragam penumpang, mulai dari penumpang biasa, pedagang yang suka bolak-balik melewati gerbong, pengamen, pengemis, penyampu kereta, dan penumpang yang membawa barang dagangannya. Benar-benar penuh sesak, penumpang bak barang yang ditumpuk-tumpuk tak beraturan, sampai bernafas saja susah karena penumpang yang saling berdempet-dempetan. Belum lagi rasa yang kurang nyaman karena bolak baliknya pedagang, ditambah lagi asap rokok penumpang lain yang tidak peduli dengan penumpang lain. Ditambah lagi maraknya pencopet dalam kereta, sedikit lengah barang bisa sirna sekejap.
Lengkap sudah perjuangan naik kereta dulu sebelum ada Commuter Line sebutan untuk kereta rel listrik (KRL) yang sudah masuk kini di Parung Panjang.
Tuesday, November 26, 2013
STEC SSD Dell Mini 9 Ispiron yang Rusak Dapat Digunakan Lagi
Untung saja tidak sempat beli SSD baru Dell Mini 9 Inspiron, yang tiba-tiba Operating system tidak bisa diakses. Awalnya karena proses defrag yang gagal dan pada saat masuk ke windows tidak bisa lagi. Bahkan, OS diinstall ulang, ssd tidak dikenal, sehingga saya berasumsi bahwa SSD ini rusak. Sudah coba beberapa cara dengan menggunakan scan disk tapi tetap saja tidak bisa. Jalan terakhir ya harus diganti dengan yang baru. Tapi ternyata produk ini tidak mudah didapat di Indonesia, waktu itu saya keliling di toko komputer Ratu Plaza, tapi SSD ini tidak dijual, bahkan di Dell center sendiri tidak ada, menurut mereka produk ini harus dipesan dari luar negri, ternyata tidak segampang harga netbook Dell Mini 9 yang relatif murah.
Karena rasa penasaran, googling sana sini, nyangkut pada satu blog yang menjelaskan bagaimana cara menghidupkan kembali STEC SSD yang rusak. Saya coba step by step, dan ternyata berhasil, ssd bisa dikenal kembali oleh OS sehingga Dell Mini 9 hidup kembali. Blog ini sangat jitu untuk masalah SSD di netbook Dell mini 9 Inspiron, untung saja tidak jadi beli yang baru. Blog ini bisa diakses di: Dell mini Inspiron 910 - STEC SSD repair faulty disk (http://punj-technology.blogspot.com/2012/06/dell-mini-inspiron-910-stec-ssd-repair.html).
Karena rasa penasaran, googling sana sini, nyangkut pada satu blog yang menjelaskan bagaimana cara menghidupkan kembali STEC SSD yang rusak. Saya coba step by step, dan ternyata berhasil, ssd bisa dikenal kembali oleh OS sehingga Dell Mini 9 hidup kembali. Blog ini sangat jitu untuk masalah SSD di netbook Dell mini 9 Inspiron, untung saja tidak jadi beli yang baru. Blog ini bisa diakses di: Dell mini Inspiron 910 - STEC SSD repair faulty disk (http://punj-technology.blogspot.com/2012/06/dell-mini-inspiron-910-stec-ssd-repair.html).
Friday, July 19, 2013
Bad Image Virus
Bad Image Virus adalah sejenis virus atau malware yang di dalamnya terdapat sejenis trojan. Yang paling mengganggu adalah tiap kali membuka program selalu menampilkan pesan (warning message box) yang memberitahukan bahwa program yang dibuka tidak ditemukan, seakan-akan program tersebut sudah diremove atau uninstall, tapi sebenarnya program tersebut masih bisa diakses.
Bad Image ini kena di laptop tetangga saya dan meminta tolong untuk membersihkannya, awalnya saya tidak mengerti cara kerja virus ini, sudah mencoba beberapa cara dengan menscan dengan antivirus, dan akhirnya sempat memutuskan untuk menginstall ulang OS. Tetapi setelah googling sana-sini, terdapat beberapa orang yang berbaik hati berbagi pengalaman cara mengatasi si virus ini. Referensi yang paling membantu saya dapatkan dari: http://www.2-removevirus.com/id/menghapus-bad-image-virus. Di web ini menjelaskan apa itu Bad Image Virus dan cara membasminya. Ada satu tools yang cukup ampuh yaitu SpyHunter, versi gratis bisa didownload dari http://search.indowebster.com/all/spyhunter4.
Bad Image ini kena di laptop tetangga saya dan meminta tolong untuk membersihkannya, awalnya saya tidak mengerti cara kerja virus ini, sudah mencoba beberapa cara dengan menscan dengan antivirus, dan akhirnya sempat memutuskan untuk menginstall ulang OS. Tetapi setelah googling sana-sini, terdapat beberapa orang yang berbaik hati berbagi pengalaman cara mengatasi si virus ini. Referensi yang paling membantu saya dapatkan dari: http://www.2-removevirus.com/id/menghapus-bad-image-virus. Di web ini menjelaskan apa itu Bad Image Virus dan cara membasminya. Ada satu tools yang cukup ampuh yaitu SpyHunter, versi gratis bisa didownload dari http://search.indowebster.com/all/spyhunter4.
Thursday, May 30, 2013
Bebaskan Sistem Baru Dari Hama
Hama adalah sejenis organisme atau binatang yang berukuran kecil yang biasanya merugikan dan tidak diinginkan oleh setiap orang. Hama biasanya sering ditemukan dalam bidang pertanian, hama penyakit yang menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh subur. Biasanya para petani menggunakan obat seperti pestisida untuk membasmi hama pada tanaman, selain itu dilakukan pembersihan misalnya dengan mencabut rumput yang ada di sekitarnya. Dengan harapan agar tanaman bisa tumbuh subur tanpa gangguan dan memberikan hasil yang baik dan maksimal.
Hal ini juga terjadi dalam information system, implementasi sebuah sistem baru, dilakukan setelah dipastikan bebas dari hama atau bug. Bug dalam teknologi informasi adalah kesalahan atau error yang terjadi pada sistem, yang biasanya disebabkan oleh error logic, sehingga sistem tidak melakukan fungsinya. Maka untuk memastikan sistem bisa jalan dengan baik, maka perlu dilakukan tahapan pembebasan hama atau dalam tahapan SDLC dikenal dengan tahapan Testing. Testing adalah tahapan dimana dilakukan pengujian, berupa simulasi terhadap fungsi-fungsi pada sistem untuk memastikan bahwa sudah sesuai dengan tujuan dari aplikasi, bebas dari error, dapat diakses dengan mudah, dan sebagainya. Ada banyak variabel yang menjadi tolok ukur ketika tahapan testing dilakukan. Tahapan ini menjadi kunci utama sebelum naik ke tahapan implementasi. Bebas dari hama adalah kunci utama sistem yang baru, sehat untuk digunakan.
Pengembangan sistem yang besar, penggunanya adalah level korporasi, biasanya tahapan testing adalah tahapan yang serius dilakukan. Biasanya dibuat tim khusus tester seperti QC yang memastikan bahwa fungsi modul-modul pada aplikasi sudah sesuai. Jangan pernah sekali-kali menyerahkan sistem yang belum ditesting kepada pengguna sistem, karena ketika pengguna menemukan error maka ada banyak cost yang bermunculan, salah satunya adalah tingkat kepercayaan pengguna terhadap sistem. Jadi, bersihkan dulu dari hama, pastikan sudah sesuai dengan fungsinya baru serahkanlah kepada pengguna.
Hal ini juga terjadi dalam information system, implementasi sebuah sistem baru, dilakukan setelah dipastikan bebas dari hama atau bug. Bug dalam teknologi informasi adalah kesalahan atau error yang terjadi pada sistem, yang biasanya disebabkan oleh error logic, sehingga sistem tidak melakukan fungsinya. Maka untuk memastikan sistem bisa jalan dengan baik, maka perlu dilakukan tahapan pembebasan hama atau dalam tahapan SDLC dikenal dengan tahapan Testing. Testing adalah tahapan dimana dilakukan pengujian, berupa simulasi terhadap fungsi-fungsi pada sistem untuk memastikan bahwa sudah sesuai dengan tujuan dari aplikasi, bebas dari error, dapat diakses dengan mudah, dan sebagainya. Ada banyak variabel yang menjadi tolok ukur ketika tahapan testing dilakukan. Tahapan ini menjadi kunci utama sebelum naik ke tahapan implementasi. Bebas dari hama adalah kunci utama sistem yang baru, sehat untuk digunakan.
Pengembangan sistem yang besar, penggunanya adalah level korporasi, biasanya tahapan testing adalah tahapan yang serius dilakukan. Biasanya dibuat tim khusus tester seperti QC yang memastikan bahwa fungsi modul-modul pada aplikasi sudah sesuai. Jangan pernah sekali-kali menyerahkan sistem yang belum ditesting kepada pengguna sistem, karena ketika pengguna menemukan error maka ada banyak cost yang bermunculan, salah satunya adalah tingkat kepercayaan pengguna terhadap sistem. Jadi, bersihkan dulu dari hama, pastikan sudah sesuai dengan fungsinya baru serahkanlah kepada pengguna.
Tarif Baru KRL Mulai Juni 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)



