Ya'ahowu adalah kata sapaan suku Nias, sebuah suku yang tinggal di pulau Nias (Ono Niha) jauh di ufuk barat pulau Sumatera. Ya'ahowu ada banyak arti dan digunakan dalam banyak keadaan. Bisa diartikan salam, Tuhan memberkati, semoga sukses, selamat, dsb.
Friday, June 17, 2011
Hati-hati menggunakan Windows Loader untuk Windows 7
Kali in virus recyler yang suka membuat shortcut kemudian menjalan perintah delete atau format data. Sudah coba scan dengan anti virus juga tidak ketemu, akhirnya saya gunakan cara terakhir dengan memformat, namun virusnya masih tetap ada, sudah install dan format harddisk beberapa kali namun shortcut ini selalu saja muncul. Akhirnya ketemua sumber masalahnya, saya menggunakan Windows 7 menggunakan Windows Loader.exe untuk membuat menjadi ori. Setelah saya install Windows Loader.exe ini muncullah masalah yang tadi. Hati-hati bagi yang menggunakan Windows Loader.exe, ternyata di situ ada virus namun anehnya kejadian ini hanya terjadi di laptop acer aspire 4741, sudah saya install di beberapa pc dan laptop lain tapi masalah ini tidak terjadi.
Monday, June 13, 2011
Error PHP - It is not safe to rely on the system's timezone settings
Setelah beberapa lama happy coding menggunakan php, saya coba upgrade versi php saya dengan versi 5.3.6. Namun ketika saya jalankan semua aplikasi web yang sebelumnya baik-baik saja, tiba-tiba muncul banyak warning error seperti berikut:
Warning: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for '7.0/no DST' instead in I:\web\payroll\include\footer.php on line 14
Solusinya adalah timezone di php ini harus diset, dimana di versi sebelumnya secara default tidak diset. Cari php.ini, kemudian di baris date.timezone buang tanda titik-koma dan isikan value timezonenya seperti di bawah:
date.timezone = "Asia/Dhaka"
Timezone yang saya menggunakan "Asia/Dhaka", kemudian simpan perubahan pada php.ini, lalu restart apache. Setelah itu maka aplikasi web jalan normal kembali tanpa warning error seperti di atas.
Warning: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for '7.0/no DST' instead in I:\web\payroll\include\footer.php on line 14
Solusinya adalah timezone di php ini harus diset, dimana di versi sebelumnya secara default tidak diset. Cari php.ini, kemudian di baris date.timezone buang tanda titik-koma dan isikan value timezonenya seperti di bawah:
date.timezone = "Asia/Dhaka"
Timezone yang saya menggunakan "Asia/Dhaka", kemudian simpan perubahan pada php.ini, lalu restart apache. Setelah itu maka aplikasi web jalan normal kembali tanpa warning error seperti di atas.
Monday, February 21, 2011
Hindari Penggunaan JOIN table di MYSQL
Kali ini sedang menghandle database MYSQL dengan ukuran data yang cukup besar >15MB dimana data-data ini diakses di website yang sudah lama online.
Salah satu module yang digunakan, mengambil data dengan cara menjoin 2 table, dimana masing-masing table berisi data yang cukup banyak, tiap table ukuran kira-kira 3MB. Ketika module ini dijalankan aksesnya lama sekali bahkan membuat web server hang dan tidak bisa diakses lagi. Ternyata biang masalahnya adalah karena men-join 2 table dengan ukuran data yang sangat besar itu tidak baik, karena ketika dijoin maka dia akan mencocokkan satu persatu data sebanyak jumlah data di masing-masing table, sehingga membutuhkan memori dan waktu yang banyak.
Solusi, jangan menggabungkan table, jika kondisi data besar, tapi gunakan function terpisah untuk mengambil data di table lain, dimana di function ini tentunya menerima parameter data yang akan dibutuhkan saja. Dan ternyata metode seperti ini sangat optimal dan aksesnya berjalan normal.
Salah satu module yang digunakan, mengambil data dengan cara menjoin 2 table, dimana masing-masing table berisi data yang cukup banyak, tiap table ukuran kira-kira 3MB. Ketika module ini dijalankan aksesnya lama sekali bahkan membuat web server hang dan tidak bisa diakses lagi. Ternyata biang masalahnya adalah karena men-join 2 table dengan ukuran data yang sangat besar itu tidak baik, karena ketika dijoin maka dia akan mencocokkan satu persatu data sebanyak jumlah data di masing-masing table, sehingga membutuhkan memori dan waktu yang banyak.
Solusi, jangan menggabungkan table, jika kondisi data besar, tapi gunakan function terpisah untuk mengambil data di table lain, dimana di function ini tentunya menerima parameter data yang akan dibutuhkan saja. Dan ternyata metode seperti ini sangat optimal dan aksesnya berjalan normal.
Friday, November 19, 2010
Menjalankan DTS 2002 di MSSQL 2005
Salah satu perbedaan antara MSSQL 2000 dan MSSQL 2005 adalah tool DTS (Data Transaformation Services) yang dikenal di 2000, di 2005 di kenal dengan nama SSIS (SQL Server Integration Services).
Lalu bagaimana dengan kondisi, setelah database di migrasi dari 2002 ke 2005, database mungkin tidak terlalu masalah karena bisa diattach atau direstore ke 2005, yang menjadi issue adalah DTS 2002 tidak bisa diakses oleh MSSQL 2005.
Ada satu tools berfungsi untuk mengakses DTS 2000, namanya SQL Server 2000 DTS Designer yang bisa didownload dari Microsoft. Lewat tools ini DTS 2000 bisa diedit dan dijalankan seperti tool yang ada di MSSQL 2000.
Cara mengeksport DTS 2000 ke 2005 dan menggunakan SQL Server 2000 DTS Designer
Cara 1: Untuk DTS Bisa backup file dari database MSDB
- Ke MSSQL Server Man. Studio, ke menu Management->Legacy->Data Transformation Services
- Pastikan bahwa SQL Server 2000 DTS Designer
- Kemudian klik kadan Pada Data Transformation Services lalu pilih Import Package File
- Maka DTS yang tadi akan masuk di list
- Untuk mengaksesnya klik kanan pada DTS lalu Open
- Akan terbuka window baru yang GUInya sama persis seperti window untuk DTS di 2000
Cara 2: atau kalau mau ambil Packagenya aja
- Use MSDB
Select * from Sysdtspackages ? Simpan ke tabel lain. Atau backup seluruh database MSDB
- Dari file ini export ke table sysdtspackages di MSSQL Server 2005
- Lihat DTS apakah sudah masuk di Management->Legacy->Data Transformation Services
Membuat DTS 2000 di dalam SSIS MSSQL 2005
SSIS terpisah dari Microsoft studio (di 2000 di kenal dengan nama Enterprise Manager), untuk membuat SSIS dibuat dalam satu Project SQL Server Business Intelligence Development Studio. Untuk membuat SSIS 2005 di sini saya tidak jelaskan, tapi yang saya jelaskan adalah bagaimana DTS 2000 yang tadi bisa dijalankan atau dischedule. Yang bisa dischedule adalah hanya SSIS package 2005 saja, walaupun DTS 2000 sudah tersimpan namun belum bisa dijalankan oleh 2005.
Lalu bagaimana agar DTS 2000 tetap bisa dijalankan atau dischedule? Bisa saja DTS 2000 di convert ke 2005 tapi untuk case ini saya belum coba, harus diresearch lebih dalam lagi.
Buat satu SSIS package 2005 yang baru, terus pilih tools yang bisa menjalankan DTS 2000, jadi seakan-akan DTS di dalam DTS, DTS 2000 di dalam SSSI. Setelah itu compile dan coba jalankan file DTS yang sudah dicreate. Jika sudah sukses langkah selanjutnya adalah mengimport SSIS ke database master.
- Masuk ke Start -> All Program-> Microsoft SQL Server 2005->SQL Server Business Intelligence Development Studio
- Create Project, pilih Integration Services Project kemudian simpan di local disk
- Di Solution Explorer, klik kanan di SSIS Packages, kemudian pilih New SSIS Package
- Di Control Flow Items ada Execute DTS 2000 Package Task, klik dan drag di halaman design Package yang baru dibuat tadi

- Klik dua kali pada Execute DTS 2000 Package Task

Connection:
AuthenticationMode : Windows Atau SQL
Location :
SQL Server : jika DTS diambil dari DTS yang sudah diimport ke MSSQL 2005
Structured Storage File : DTS diambil dari file DTS yang sudah diexport
- Kemudian kalau sudah selesai pemilihan di atas, DTS bisa di view dan edit dengan mengklik Edit Package
- JIka sudah selesai, save projects dan Build (compile) project caranya ke menu Build -> Build Integration Services Project1
- Untuk mengetes apakah apakah bisa running dengan baik, klik kanan pada Package1.dtsx di Solution Explorer, lalu Execute Package.
Membuat Schedule DTS 2000 yang sudah dibuatkan di dalam SSIS
Setelah SSIS Project1 sudah dibuild dan success, di contoh hasil compile tersimpan di C:\SSIS\Integration Services Project1\Integration Services Project1\bin.
- Masuk ke MSSQL Server Management Studio, ke menu SQL Server Agent, pastikan server agent running agar nantinya schedule bisa jalan
- Di menu Job klik kanan pilih New Job, misalnya nama job: Schedule Project1
- Di menu Steps pilih menu New… Type pilih SQL Server Integration Services Package, dan Package Source pilih File System dan arahkan ke file Package1.dtsx yang tadi sudah dicompile.

- Setelah itu klik OK dan save. Sekarang tinggal atur jadwal agent di menu Schedule, pengaturan seperti yang biasa dilakukan di MSSQL 2000
- Selesai
Catatan:
Jika terjadi perubahan pada DTS 2000, maka package SSIS perlu di build ulang agar yang dijalankan di scheduling job adalah hasil compile yang terakhir.
Oleh : Harkat C. Zamasi, harkatchrist@gmail.com
Lalu bagaimana dengan kondisi, setelah database di migrasi dari 2002 ke 2005, database mungkin tidak terlalu masalah karena bisa diattach atau direstore ke 2005, yang menjadi issue adalah DTS 2002 tidak bisa diakses oleh MSSQL 2005.
Ada satu tools berfungsi untuk mengakses DTS 2000, namanya SQL Server 2000 DTS Designer yang bisa didownload dari Microsoft. Lewat tools ini DTS 2000 bisa diedit dan dijalankan seperti tool yang ada di MSSQL 2000.
Cara mengeksport DTS 2000 ke 2005 dan menggunakan SQL Server 2000 DTS Designer
Cara 1: Untuk DTS Bisa backup file dari database MSDB
- Ke MSSQL Server Man. Studio, ke menu Management->Legacy->Data Transformation Services
- Pastikan bahwa SQL Server 2000 DTS Designer
- Kemudian klik kadan Pada Data Transformation Services lalu pilih Import Package File
- Maka DTS yang tadi akan masuk di list
- Untuk mengaksesnya klik kanan pada DTS lalu Open
- Akan terbuka window baru yang GUInya sama persis seperti window untuk DTS di 2000
Cara 2: atau kalau mau ambil Packagenya aja
- Use MSDB
Select * from Sysdtspackages ? Simpan ke tabel lain. Atau backup seluruh database MSDB
- Dari file ini export ke table sysdtspackages di MSSQL Server 2005
- Lihat DTS apakah sudah masuk di Management->Legacy->Data Transformation Services
Membuat DTS 2000 di dalam SSIS MSSQL 2005
SSIS terpisah dari Microsoft studio (di 2000 di kenal dengan nama Enterprise Manager), untuk membuat SSIS dibuat dalam satu Project SQL Server Business Intelligence Development Studio. Untuk membuat SSIS 2005 di sini saya tidak jelaskan, tapi yang saya jelaskan adalah bagaimana DTS 2000 yang tadi bisa dijalankan atau dischedule. Yang bisa dischedule adalah hanya SSIS package 2005 saja, walaupun DTS 2000 sudah tersimpan namun belum bisa dijalankan oleh 2005.
Lalu bagaimana agar DTS 2000 tetap bisa dijalankan atau dischedule? Bisa saja DTS 2000 di convert ke 2005 tapi untuk case ini saya belum coba, harus diresearch lebih dalam lagi.
Buat satu SSIS package 2005 yang baru, terus pilih tools yang bisa menjalankan DTS 2000, jadi seakan-akan DTS di dalam DTS, DTS 2000 di dalam SSSI. Setelah itu compile dan coba jalankan file DTS yang sudah dicreate. Jika sudah sukses langkah selanjutnya adalah mengimport SSIS ke database master.
- Masuk ke Start -> All Program-> Microsoft SQL Server 2005->SQL Server Business Intelligence Development Studio
- Create Project, pilih Integration Services Project kemudian simpan di local disk
- Di Solution Explorer, klik kanan di SSIS Packages, kemudian pilih New SSIS Package
- Di Control Flow Items ada Execute DTS 2000 Package Task, klik dan drag di halaman design Package yang baru dibuat tadi
- Klik dua kali pada Execute DTS 2000 Package Task
Connection:
AuthenticationMode : Windows Atau SQL
Location :
SQL Server : jika DTS diambil dari DTS yang sudah diimport ke MSSQL 2005
Structured Storage File : DTS diambil dari file DTS yang sudah diexport
- Kemudian kalau sudah selesai pemilihan di atas, DTS bisa di view dan edit dengan mengklik Edit Package
- JIka sudah selesai, save projects dan Build (compile) project caranya ke menu Build -> Build Integration Services Project1
- Untuk mengetes apakah apakah bisa running dengan baik, klik kanan pada Package1.dtsx di Solution Explorer, lalu Execute Package.
Membuat Schedule DTS 2000 yang sudah dibuatkan di dalam SSIS
Setelah SSIS Project1 sudah dibuild dan success, di contoh hasil compile tersimpan di C:\SSIS\Integration Services Project1\Integration Services Project1\bin.
- Masuk ke MSSQL Server Management Studio, ke menu SQL Server Agent, pastikan server agent running agar nantinya schedule bisa jalan
- Di menu Job klik kanan pilih New Job, misalnya nama job: Schedule Project1
- Di menu Steps pilih menu New… Type pilih SQL Server Integration Services Package, dan Package Source pilih File System dan arahkan ke file Package1.dtsx yang tadi sudah dicompile.
- Setelah itu klik OK dan save. Sekarang tinggal atur jadwal agent di menu Schedule, pengaturan seperti yang biasa dilakukan di MSSQL 2000
- Selesai
Catatan:
Jika terjadi perubahan pada DTS 2000, maka package SSIS perlu di build ulang agar yang dijalankan di scheduling job adalah hasil compile yang terakhir.
Oleh : Harkat C. Zamasi, harkatchrist@gmail.com
Tuesday, November 16, 2010
Setting Domain dari WhoIs ke Server Web Hosting
Ada teman yang memesan domain dan web hosting tidak di tempat yang sama. Biasanya setiap layanan web hosting juga menyediakan layanan untuk memesan domain. Kalau memesan domain di web hosting yang sama biasanya kita tinggal terima jadi, karena semuanya dari pihak web hosting yang mengurus domain dan setingan DNSnya.
Salah satu teman mempunyai web site, pertama dia membeli domain di whois, kemudian pesan web hosting di salah satu layanan web hosting yang bertempat di Jakarta.
Setelah order web hosting selesai, biasanya dikirimkan email berisi akun CPanel hosting, FTP, IP address, dan lain-lain. Di dalam pesannya ditambahkan jika domain dipesan di tempat lain, maka kita perlu seting dengan mengarahkan domain ke server hosting.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengarahkan domain ke server hosting.
Step. 1. Login to control panel
Karena domain ini dipesan di who is maka buka link berikut:
http://manage.whois.com/servlet/LoginServlet?role=customer
URL ini salah satu informasi yang dikirimkan oleh Whois ketika pendaftaran domain dilakukan. Domain bukan hanya bisa didafatarkan lewat who is, banyak layanan web site sejenis penyedia jasa pemesanan domain.
Login dengan username (Email) dan password ketika mendaftar domain.

Step 2. Change Name Server
Masuk ke menu Domain->Name Server. Secara default, Name Server diisi dari 1 sampai 4, dengan ns1.whois.com sampai dengan ns4.whois.com. Hapus semuanya lalu masukkan dengan name server dari web hosting. Name server hosting biasanya dikirimkan oleh pihak web hosting ketika pesanan web hosting berhasil dilakukan atau jika tidak hubungi admin web hosting. Isi Name Server sesuai dengan Name Server yang dimiliki oleh web hosting.

Step 3. Manage DNS
Ke menu DNS lalu klik Manage DNS.

Di menu A Record, tambahkan nama domain seperti di bawah. Satu tanpa www dan satu lagi dengan www di bagian depan dari domain.

Step 4. Child Name Server
Agar bisa dipanggil jika menggunakan www maka perlu di setting lewat menu Child Name Servers seperti terlihat di bawah.

Step 5. Selesai
Web site Anda sudah bisa diakses dengan domain, test akses dengan http://websaya.com dan http://www.websaya.com.
Oleh: Harkat C. Zamasi (harkatchrist@gmail.com)
November 16, 2010
Salah satu teman mempunyai web site, pertama dia membeli domain di whois, kemudian pesan web hosting di salah satu layanan web hosting yang bertempat di Jakarta.
Setelah order web hosting selesai, biasanya dikirimkan email berisi akun CPanel hosting, FTP, IP address, dan lain-lain. Di dalam pesannya ditambahkan jika domain dipesan di tempat lain, maka kita perlu seting dengan mengarahkan domain ke server hosting.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengarahkan domain ke server hosting.
Step. 1. Login to control panel
Karena domain ini dipesan di who is maka buka link berikut:
http://manage.whois.com/servlet/LoginServlet?role=customer
URL ini salah satu informasi yang dikirimkan oleh Whois ketika pendaftaran domain dilakukan. Domain bukan hanya bisa didafatarkan lewat who is, banyak layanan web site sejenis penyedia jasa pemesanan domain.
Login dengan username (Email) dan password ketika mendaftar domain.
Step 2. Change Name Server
Masuk ke menu Domain->Name Server. Secara default, Name Server diisi dari 1 sampai 4, dengan ns1.whois.com sampai dengan ns4.whois.com. Hapus semuanya lalu masukkan dengan name server dari web hosting. Name server hosting biasanya dikirimkan oleh pihak web hosting ketika pesanan web hosting berhasil dilakukan atau jika tidak hubungi admin web hosting. Isi Name Server sesuai dengan Name Server yang dimiliki oleh web hosting.
Step 3. Manage DNS
Ke menu DNS lalu klik Manage DNS.
Di menu A Record, tambahkan nama domain seperti di bawah. Satu tanpa www dan satu lagi dengan www di bagian depan dari domain.
Step 4. Child Name Server
Agar bisa dipanggil jika menggunakan www maka perlu di setting lewat menu Child Name Servers seperti terlihat di bawah.
Step 5. Selesai
Web site Anda sudah bisa diakses dengan domain, test akses dengan http://websaya.com dan http://www.websaya.com.
Oleh: Harkat C. Zamasi (harkatchrist@gmail.com)
November 16, 2010
Thursday, September 2, 2010
Migrasi Database MSSQL SERVER 2000 ke 2005, koneksi dari PHP masalah
Database yang digunakan di tempat saya kerja sebelumnya adalah Ms SQL Server 2000, ada banyak ada database dari system yang sudah berjalan dengan meggunakan Sql 2000.
Sejalan dengan waktu, muncullah Ms SQL Server 2005 yang sebenarnya sudah lama muncul, tapi baru tahun terakhir ini saja mau menggunakan versi 2005. Kebanyakan aplikasi dari system yang berjalan adalah aplikasi web base menggunakan PHP.
Ketika dimigrasi ke MSSQL Server 2005, tiba-tiba koneksi dari PHP ke database tidak bisa. Berkat si Om Google, searching source sana sini, akhirnya ketemu juga masalahnya. Ternyata versi PHP yang digunakan, ada salah satu file dllnya yang mesti diupdate, karena tidak support dengan MS SQL Server 2005. Nama filenya adalah ntwdblib.dll, biasanya ada di folder PHP terinstall. ntwdblib.dll kadang mesti dikopi ke Windows/System32.
File ini bisa didonwload dari : http://www.helpspot.com/downloads/files/ntwdblib.dll
Referensi: http://www.helpspot.com/helpdesk/index.php?pg=kb.page&id=13
Sejalan dengan waktu, muncullah Ms SQL Server 2005 yang sebenarnya sudah lama muncul, tapi baru tahun terakhir ini saja mau menggunakan versi 2005. Kebanyakan aplikasi dari system yang berjalan adalah aplikasi web base menggunakan PHP.
Ketika dimigrasi ke MSSQL Server 2005, tiba-tiba koneksi dari PHP ke database tidak bisa. Berkat si Om Google, searching source sana sini, akhirnya ketemu juga masalahnya. Ternyata versi PHP yang digunakan, ada salah satu file dllnya yang mesti diupdate, karena tidak support dengan MS SQL Server 2005. Nama filenya adalah ntwdblib.dll, biasanya ada di folder PHP terinstall. ntwdblib.dll kadang mesti dikopi ke Windows/System32.
File ini bisa didonwload dari : http://www.helpspot.com/downloads/files/ntwdblib.dll
Referensi: http://www.helpspot.com/helpdesk/index.php?pg=kb.page&id=13
Monday, August 30, 2010
Friday, July 17, 2009
Tuesday, October 14, 2008
Jadilah dirimu yang terbaik
Kadang orang akan berkata, "Kamu tidak bisa melakukannya." Dengarkan saja baik-baik. Lalu buktikan bahwa mereka salah(p68).
Entah kamu jadi apa, penggali kubur atau guru sekolah, jadilah dirimu yang terbaik. Hanya itu yang diminta Tuhan dari kita (p69).
Jangan pernah puas menjadi yang kedua. Entah kamu jadi apa, jadilah dirimu yang terbaik (p71).
Src: Chicken Shoup for the Teachers's Soul
Entah kamu jadi apa, penggali kubur atau guru sekolah, jadilah dirimu yang terbaik. Hanya itu yang diminta Tuhan dari kita (p69).
Jangan pernah puas menjadi yang kedua. Entah kamu jadi apa, jadilah dirimu yang terbaik (p71).
Src: Chicken Shoup for the Teachers's Soul
Tuesday, October 7, 2008
Mengakses MySQL lewat Command Prompt
Biasanya mengakses database My SQL dengan menggunakan tools yang sangat memudahkan kita seperti phpmyadmin, aplikasi web bawaan yang khusus diperuntukkan sebagai tools database bagi My SQL. Selain itu juga ada beberapa tools aplikasi desktop yang lebih mudah mirip seperti Query Analyzer di Ms SQL Server 2000, misalnya MySQL Front, SQLyog, dsb. Keunggulan dari kedua jenis tools ini adalah memudahkan kita sebagai developer untuk memanage database yang kita buat, tersedia fitur-fitur otomatis untuk melakukan sesuatu tanpa harus melakukan query manual lagi. Tentunya tools seperti ini sangat membantu pekerjaan kita, tapi di balik itu juga kurang baik mungkin bagi pemula, karena tersedia tools yang kesannya memanjakan sehingga tidak perlu query lagi. Tools yang sudah ada tidak sempurna, ada kalanya mengharuskan kita untuk melakukan query sendiri. Jadi sebaiknya disarankan bagi pemula agar menggunakan cara-cara manual saja, mungkin sedikit relefan dengan ungkapan Biar lambat asal selamat, memang dibanding query sendiri lebih lambat dari pada menggunakan tools tetapi hal ini tidak mengasah kemampuan query kita.
Maksud artikel ini saya mau mengajak untuk bermain-main di command prompt. Barangkali banyak yang sudah tau hal ini tapi saya ingin menuliskannya saja siapa tau merupakan hal yang menarik bagi yang belum tau sebelumnya. Command prompt dalam hal ini pastinya hanya bagi pengguna Windows. Ok kita mulai saja.
- klik Start - run – cmd – lalu enter untuk membuka window hitam
- Sekarang kita pergi ke direktori dimana mysql terinstall. Di komputer yang saya gunakan pada saat menulis ini ada di C:\xampp\mysql\bin. Kita akan menjalankan mysql.exe yang ada di folder bin. Coba dengan mengetikkan : cmd C:\xampp\mysql\bin
- Posisi sekarang sudah ada di C:\xampp\mysql\bin, lalu ketik mysql –u root -p

Keterangan:
mysql –u root –p
-u => username untuk login ke database, di kasus ini penulis menggunakan root
-p => kemudian disusul oleh –p untuk password yang digunakan
- Sekarang input password untuk username root, kalau tidak ada password maka enter saja
- Kalau sudah sukses maka terlihat pesan Welcome to the Mysql monitor….
- Sekarang kita sudah ada berada di wilayah kekuasaan database MySQL, apalagi dengan menggunakan root maka semua hak akses ada di tangan kita sekarang.
- Lalu setelah itu harus ngapain lagi? Berikut saya uraikan beberapa bagian.
Tips:
Sebaiknya tiap akhir dari command sql yang dituliskan, diakhiri dengan titik koma (;) untuk memberi tanda pada command prompt bahwa command/sintak yang ditulis berakhir sampai disitu dan siap untuk dijalankan setelah menekan enter.
1. Menampilkan daftar database
mysql > show databases;

Terlihat daftar database yang sudah tersedia. Lalu bagaimana jika ingin mengakses table-table yang di database tertentu? Ada di point ke-2 berikut.
2. Menggunakan database
mysql >use latihan;
jika muncul Database changed, maka posisi sekarang ada di database latihan dan sudah bisa mengakses semua table di dalamnya.
3. Menampilkan daftar table
Mysql > show tables;

4. Melakukan query pada table yang sudah ada
mysql > select * from ms_users;

5. Membuat table baru
mysql> create table ms_barang
-> (
-> kd_barang int primary key,
-> nama_barang varchar(100),
-> harga_satuan int,
-> stok int
-> );
Query OK, 0 rows affected (0.09 sec)
6. Menghapus table
mysql -> drop tables guestbook;
7. Keluar dari database mysql ketik mysql > exit, pastikan keluar pesan Bye.
Dan masih banyak lagi sintak sql yang bisa digunakan, pada dasarnya semua sintak query bisa dieksekusi lewat command prompt. Jadi silahkan mencoba dan berkreasi sendiri, sekarang gunakan kemampuan query anda lewat command prompt tanpa mengandalkan tools yang sudah ada itu :). Pada artikel ini hanya sebatas pengenalan buat pembaca, jalan lain ke roma untuk mengakses database My SQL. Semoga bermanfaat.
Maksud artikel ini saya mau mengajak untuk bermain-main di command prompt. Barangkali banyak yang sudah tau hal ini tapi saya ingin menuliskannya saja siapa tau merupakan hal yang menarik bagi yang belum tau sebelumnya. Command prompt dalam hal ini pastinya hanya bagi pengguna Windows. Ok kita mulai saja.
- klik Start - run – cmd – lalu enter untuk membuka window hitam
- Sekarang kita pergi ke direktori dimana mysql terinstall. Di komputer yang saya gunakan pada saat menulis ini ada di C:\xampp\mysql\bin. Kita akan menjalankan mysql.exe yang ada di folder bin. Coba dengan mengetikkan : cmd C:\xampp\mysql\bin
- Posisi sekarang sudah ada di C:\xampp\mysql\bin, lalu ketik mysql –u root -p
Keterangan:
mysql –u root –p
-u => username untuk login ke database, di kasus ini penulis menggunakan root
-p => kemudian disusul oleh –p untuk password yang digunakan
- Sekarang input password untuk username root, kalau tidak ada password maka enter saja
- Kalau sudah sukses maka terlihat pesan Welcome to the Mysql monitor….
- Sekarang kita sudah ada berada di wilayah kekuasaan database MySQL, apalagi dengan menggunakan root maka semua hak akses ada di tangan kita sekarang.
- Lalu setelah itu harus ngapain lagi? Berikut saya uraikan beberapa bagian.
Tips:
Sebaiknya tiap akhir dari command sql yang dituliskan, diakhiri dengan titik koma (;) untuk memberi tanda pada command prompt bahwa command/sintak yang ditulis berakhir sampai disitu dan siap untuk dijalankan setelah menekan enter.
1. Menampilkan daftar database
mysql > show databases;
Terlihat daftar database yang sudah tersedia. Lalu bagaimana jika ingin mengakses table-table yang di database tertentu? Ada di point ke-2 berikut.
2. Menggunakan database
mysql >use latihan;
jika muncul Database changed, maka posisi sekarang ada di database latihan dan sudah bisa mengakses semua table di dalamnya.
3. Menampilkan daftar table
Mysql > show tables;
4. Melakukan query pada table yang sudah ada
mysql > select * from ms_users;
5. Membuat table baru
mysql> create table ms_barang
-> (
-> kd_barang int primary key,
-> nama_barang varchar(100),
-> harga_satuan int,
-> stok int
-> );
Query OK, 0 rows affected (0.09 sec)
6. Menghapus table
mysql -> drop tables guestbook;
7. Keluar dari database mysql ketik mysql > exit, pastikan keluar pesan Bye.
Dan masih banyak lagi sintak sql yang bisa digunakan, pada dasarnya semua sintak query bisa dieksekusi lewat command prompt. Jadi silahkan mencoba dan berkreasi sendiri, sekarang gunakan kemampuan query anda lewat command prompt tanpa mengandalkan tools yang sudah ada itu :). Pada artikel ini hanya sebatas pengenalan buat pembaca, jalan lain ke roma untuk mengakses database My SQL. Semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)