Tuesday, January 17, 2012

Melihat Lokasi Berdasarkan IP Address

Bagaimana caranya melihat lokasi seseorang dengan melihatnya dari IP Address?

Biasanya di forum-forum tertentu setiap posting user disertakan dengan IP Address dimana tempat user tersebut online, atau ada beberapa hal lain menampilkan IP Address. Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet (http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP).
Ada banyak fungsi dari adanya IP Address ini, salah satunya adalah bisa mengetahui lokasi dari IP address tersebut. Salah satu website yang memberikan informasi lokasi dari IP adress yaitu di http://www.utrace.de. Informasi lokasi cukup jelas karena karena langsung diarahkan dengan menggunakan google map. Contoh seperti di gambar berikut.


Saturday, January 14, 2012

Pelayanan Kapal PELNI yang melayani jalur Tanjung Priok Jakarta – Gunungsitoli Nias

129-2010: Business Intelligence Solution to Improve Educational Standards and Performance for an Australian State Education Authority
Pulang kampung naik kapal Lawit, salah satu kapal PELNI dengan keberangkatan dari pelabuhan Tanjung Priok. Dengan waktu keberangkatan 20 Desember 2011 pada pukul 09:00. Perkiraan banyak yang pulang kampung seperti di tahun sebelumnya, kenyataannya sedikit. Dari Tanjung Priok terasa santai karena kapal sudah tiba di pelabuhan sejak pukul 5 pagi dan para penumpang diijinkan bisa naik. Beda dengan dulu, penumpang naik pada saat yang bersamaan.
Kapal Lawit adalah salah satu pilihan transportasi laut pulang pergi Nias-Jakarta selama beberapa tahun terakhir. Sampai saat ini hanya melayani perjalanan satu kali dalam sebulan dari Jakarta ke Nias dan sebaliknya. Merupakan pilihan bagi masyarakant Nias yang ingin pulang pergi Nias-Jakarta karena harga tiket yang lumayan terjangkau. Walaupun dengan waktu tempuh yang cukup lama 4 hari 3 malam, tidak jarang lagi yang mabuk dalam perjalanan, menguras energi dan jenuh, namun kapal Pelni tetap menjadi pilihan.
Pertamakalinya saya sudah menggunakan jasa PELNI sejak tahun 2002, kemudian setelah itu beberapa kali saya pulang-pergi Nias-Jakarta. Bila dibandingkan dengan pelayanan PELNI antara tahun 2002 dengan saat ini sangat jauh berbeda. Dulu, pelayanan PELNI sangat baik dan professional, tetapi sekarang jauh dari kondisi baik.
Berikut ini adalah beberapa catatan saya tentang pelayanan PELNI selama pulang kampong dengan naik kapal Lawit. Pelayanan yang cenderung merugikan para penumpang, tidak mengutamakan kenyamanan dan keselamatan para penumpang. Adapun yang sudah saya rangkum, yaitu:
1.     Kasur di kelas ekonomi diperjual belikan oleh ABK
Banyak kasur ranjang di kelas ekonomi tidak ada, sebelum pemberangkatan dari pelabuhan Tanjung Priok, pedagang asongan ada yang menawarkan tikar plastik Rp 5.000. Kemudian ada juga yang menawarkan kasur, kelihatannya para ABK, kasur yang seharusnya ada di ranjang para penumpang, ditawarkan dengan harga Rp 5.000 per kasur. Tinggal nego harga terus ABK suruh tunggu sebentar, kasur kemudian muncul entah diambil dari mana.  
Itulah yang terjadi dengan kasur di ranjang kelas ekonomi, anehnya pada saat naik, ada beberapa yang sudah ada kasur, ada juga yang kosong, kemudian ada ABK yang menawarkan kasur untuk disewa. Ada  ketidaksamaan dalam pelayanan, harusnya kasur ini sudah masuk dalam biaya tiket Rp. 351.000.
2.     Kebersihan kamar mandi
Masuk ke toilet laki-laki, semua uriner rusak, air dari wastafel tidak mengalir, shower tidak berfungsi. Aroma tidak sedap yang terhirup, harus menahan nafas kuat-kuat untuk melawan aroma tak mengenakkan. Terkadang keinginan untuk ke kamar mandi seperti menjadi beban, tapi itu juga sudah menjadi kewajiban, harus bagaimana lagi.
3.     Air di kamar mandi suka macet
Pernah sore hari pada saat jam mandi, seorang anak kecil menangis, keluar dari kamar mandi bersama bapanya karena air tiba-tiba saja terhenti. Sabun di badannya belum sempat disiram, air sabun masuk di matanya sehingga dia menangis. Sambil berjalan dan anak ini menangis, mereka keluar mencari kamar mandi yang ada airnya.
Menurut penjelasan seorang ABK bahwa pasokan air kapal hanya diperoleh dari Jakarta, sedangkan dari Padang, Nias dan Sibolga, tidak disedikan oleh Pemerintah Daerah setempat. Katanya dari pihak manajemen PELNI sudah beberapa kali memberi permohonan kepada pemerintah daerah tapi belum ada tanggapan. Itulah alasannya air dihemat, dan sering dimatikan “walaupun pada saat jam mandi para penumpang”. Tapi anehnya pada saat kami tiba di Padang, ada pasokan air dari pelabuhan Teluk Bayur.  Kurang lebih 2 jam di Padang, sambil para penumpang naik, ada selang air yang dialirkan ke kapal.
4.     Penumpang bisa merokok seenaknya dalam kapal
Para penumpang yang perokok bisa merokok dengan sembarangan dalam kapal. Tentu sangat membahayakan kesehatan, sementara dalam kapal banyak anak-anak balita. Walaupun sudah ada larangan merokok di dinding kapal tapi tidak dihiraukan. Tidak ada teguran yang tegas dari PELNI untuk tidak merokok dalam kapal. Tidak memberikan pengarahan yang jelas, seharusnya bila ingin merokok di tempat yang sudah ditentukan atau di tempat terbuka.
5.     Biaya sewa ruang
Dek dua ini harusnya tempat para ABK kapal, tapi di sini banyak penumpang, katanya kamar ABK ini dijual bagi penumpang Ekonomi kalau mau tinggal nambah Rp 200.000 per orang. Di dalam kamar memang ada ranjang dan AC lebih dingin.

6.     Makanan
Pada siang di hari pertama, dari pusat informasi memberitahukan bahwa sejak November 2011, air minum tidak disedikan lagi pada saat makan pagi, siang dan malam. Di kelas ekonomi, sarapan pagi dengan lauk dengan sedikit telur dadar yang dipotong-potong kecil, sepotong kecil tahu, sayur kol, dan sebagainya. Makan siang dan malam dengan sepotong ikan kecil, dengan rasa daging yang sudah tidak segar. Mungkin kalau di rumah, kondisi makanan seperti ini harusnya sudah tidak dimakan. Aromanya yang sudah tidak segar, membuat nafsu makan hilang.
Di depan tangga dek 3, ada  ABK yang menjajakan atau berjualan makanan, gorengan, jual kopi, buah-buahan, kerupuk, dsb. Ada juga penjual keliling buah, kerupuk dalam dek penumpang. Kalau kantong tipis, harus berpikir ulang, beberapa dari penumpang tidak makan makanan dari kapal, tapi membeli makanan kantin dengan harga Rp 10.000 satu porsi. Banyak orang kesal dengan kondisi makanan ini, mungkin makanan orang penjara lebih enak dari makanan di kelas ekonomi.
7.     Naik ke kapal
Pada saat kami tiba di pelabuhan Teluk Bayur Padang, penumpang naik lebih banyak lagi. Sekitar 2/3 dari penumpang yang datang dari Jakarta. Penumpang naik sekaligus, sehingga naik dengan berdesak-desakkan. Sampai lorong dek kapal penuh, karena penumpang tidur di situ. Penuh sesak para penumpang, kebanyakan tidur di dekat pintu keluar dek 4 dan dek 5. Begitu prihatin melihat kondisi penumpang yang tidur di teras-teras kapal, banyak yang masih anak-anak bahkan balita, satu malam tidur dengan menahan derasnya angin malam. Tapi semuanya itu dianggap santai oleh para penumpang, yang penting sampai di kampung halaman.
8.     Turun dari kapal
Sampai di pelabuhan Gunungsitoli Nias, pusat informasi kapal memberitahukan bahwa waktu pemberhentian hanya 1 jam. Tangga turun yang tidak memadai dan membahayakan penumpang, hanya dengan sebidang tangga besi yang licin, bila tidak hati-hati maka kaki bisa terpeleset, harus sangat hati-hati ditambah lagi beban barang bawaan, dorongan dari penumpang lain yang ada di belakang dan ada perasaan terburu-buru mengingat waktu yang sangat singkat, ada perasaan takut ditinggal. Cuaca yang tidak mendukung, hujanpun turun sepanjang kapal berhenti. Sampai di perjalanan pulangpun, kami masih diguyur hujan.
Para petugas pelabuhan terkesan tidak tanggap, hanya diamankan oleh beberapa orang saja. Ditambah dengan fasilitas tangga turun yang sangat licin, membuat waktu turun penumpang menjadi lama, sementara dari pihak PELNI terus memberi informasi bahwa kapal akan diberangkatkan sebentar lagi.
Penumpang turun dengan gelisah, khawatir dibawa ke Sibolga, ada juga yang khawatir dengan barang yang masih tertinggal di atas kapal. Ada juga yang sudah sempat turun, tapi tidak dibolehkan naik lagi, sementara masih ada barang yang tertinggal di kapal. Para penjemput juga tidak diperbolehkan naik ke kapal. Stress, emosi, dan khawatir bercampur aduk dirasakan oleh para penumpang kapal. Bahkan tidak jarang para ibu-ibu yang membawa anak kecil teriak dan menangis pada saat turun. Dari dalam kapal tidak ada pengamanan dari petugas, sehingga ada aksi saling dorong, tidak peduli lagi ada anak-anak atau orang tua (orang tua yang lanjut usia).
Dalam hal ini, kapal PELNI hanya memberikan waktu 1 jam turun kepada para penumpang, sementara jumlah penumpang banyak, sebagian besar membawa barang-barang banyak, dan fasilitas tangga turun yang tidak memadai. Terkesan PELNI seperti tutup mata, tidak mau tau pokoknya penumpang harus turun cepat dalam 1 jam, tidak peduli dengan keselamatan penumpang, tidak peduli dengan jumlah penumpang yang banyak dan fasilitasnya. PELNI terkesan hanya ingin DUIT para penumpang………

Saran
Dari beberapa poin di atas, berikut saran buat PELNI, mudah-mudahan menjadi masukan yang positif.




  1. Sebaiknya PELNI melakukan evaluasi terhadap pelayanannya. Lebih memperhatikan kenyamanan penumpang, bukan hanya pada keuntungan semata. Karena bila begini terus, maka kesan terhadap pelayanan PELNI akan terus memburuk, bukan membaik. Walaupun memang saat ini PELNI menjadi salah satu pilihan utama transportasi khususnya bagi masyarakat Nias, tetapi lain kali orang berpikir dua kali untuk naik kapal, mendingan naik pesawat mahal tapi nyaman atau memilih alternative transportasi lain.
  2. Bila menaikkan harga tiket pun menurut saya tidak masalah, asal diimbangi dengan perbaikan pada pelayanan yang lebih baik.
  3. Waktu pemberhentian di pelabuhan Gunungsitoli yang sangat singkat hanya 1 jam, dimana waktu ini tidak cukup dengan jumlah penumpang segitu banyak. Seharusnya PELNI bisa membatasi kapasitas penumpang dengan waktu turun 1 jam. Seharusnya ada perbandingan, dalam waktu turun 1 jam berapa jumlah maksimal penumpang. Jangan asal menjual tiket dengan jumlah yang banyak, tetapi tidak bisa memberi waktu yang cukup bagi penumpang turun dari kapal. Jangan  hanya mementingkan diri sendiri, dalam hal ini PELNI hanya peduli dengan keuntungan PELNI sendiri, sementara kenyamanan dan keselamatan para penumpang menjadi taruhan.
  4. Menurut  informasi yang saya dengar tentang waktu pemberhentian di pelabuhan Gunungsitoli, bila lewat dari waktu 1 jam maka akan dikenakan denda pajak oleh pihak Pelabuhan. Itulah yang menjadi alasan PELNI mengapa terus memaksakan penumpang turun cepat dalam waktu 1 jam.
  5. Dalam kondisi seperti ini, saya lebih menyoroti manajemen PELNI yang tidak mengedepankan pelayanan terhadap pelanggan (penumpang), harusnya PELNI bila berani mengangkut penumpang banyak, maka PELNI juga seharusnya bertanggungjawab untuk membayar pajak lebih untuk waktu pemberhentian di pelabuhan, memberikan waktu yang cukup bagi penumpang.
  6. Fasilitas seperti tangga turun ataupun naik, sangat tidak layak dan bisa mengancam keselamatan para penumpang. Dalam hal ini saya tidak begitu paham apakah fasilitas ini seharusnya disediakan oleh petugas pelabuhan atau kapal PELNI. Yang penting dalam hal ini adalah PELNI dan pihak Pelabuhan harusnya lebih mementingkan pelayanan kepada penumpang, baik dalam hal pelayanan selama di kapal dan pelayanan pada saat naik dan turunnya penumpang.
  7. Buat para penumpang kapal, bila naik kapal agar mempersiapkan semua kebutuhan yang tidak didapatkan di atas kapal.



Harapan


  1. Semoga tulisan ini bisa dibaca oleh semua orang khususnya para masyarakat Nias, mengetahui kondisi pelayanan di kapal PELNI saat ini. Bagi penumpang yang sudah naik kapal Lawit, dan merasakan kondisi yang sama dengan dengan saya, agar memberi dukungan komentar dan bila perlu ditambahkan mana lagi yang tidak ada dalam tulisan ini.
  2. Buat manajemen PELNI, menjadi masukan yang positif agar ke depannya pelayanan PELNI menjadi lebih baik dari sekarang, bukan PELNI yang lebih mementingkan keuntungan sendiri, tetapi menjadi PELNI yang lebih mementingkan kepentingan pelanggan (penumpang), “Seberapapun mahalnya pelanggan berani bayar bila diberikan pelayanan yang baik”.
  3. Buat Pemerintah Daerah Nias, khususnya Bapak Bupati Gunungsitoli Nias, agar infrastruktur transportasi yang sudah ada bisa lebih baik lagi dan peduli dengan para penumpang, khususnya penumpang dari Nias. Agar fasilitas di pelabuhan seperti tangga turun penumpang, disediakan tangga turun yang tidak mengancam kesemalaman penumpang. Kiranya Bapak Bupati juga memperhatikan waktu pemberhentian kapal PELNI yang sangat terbatas, sehingga waktu naik dan turun penumpang bisa lebih lama. Karena naik atau turun berdesak-desakkan bisa mengancam keselamatan masyarakat Nias yang turun ataupun berpergian.






Akhirnya, semoga tulisan yang berisi pengalaman selama naik kapal PELNI pada Desember 2011 yang lalu ini bisa mewakili pengalaman dari para penumpang lain. Kiranya tulisan ini bisa didengar baik oleh pihak PELNI dan Pemerintah Daerah Nias akan kondisi masyarakat Nias.
Ya’ahowu.
Oleh: Harkat Christian Zamasi
Email: harkatchrist@gmail.com
Nias, 24 Desember 2011

Saturday, July 2, 2011

Cara terakhir membasmi virus

Pertamakalinya saya menghadapi virus yang susah dibersihkan, di sebuah laptop Acer Aspire awalnya menggunakan Windows 7 sebagai OS. Terkena virus entah apa namanya gak jelas, menurut informasi dari internet itu termasuk virus recycler yang cukup merepotkan user, cara kerjanya seperti berikut:
- setiap kali mengklik folder, file atau menu selalu menampilkan tampilan delete confirmation yang artinya objek tersebut akan mau dihapus, padahal tidak ada maksud sepert itu. Ketika mengklik 'No' tetap saja memunculkan pertanyaan untuk konfirmasi penghapusan.
- tombol 'Del' dilock sehingga tidak aktif
- tiap kali masuk ke Task Manager untuk menghentikan service tidak bisa

Awalnya saya pikir ini virus biasa, cari internet virus ini bisa diatasi tanpa format os dengan cara menghapus beberapa service dan menghapus folder recycler yang ada ditiap drive. Namun cara ini tidak berhasil. Menscan dengan antivirus yang sudah terupdate namun tetap tidak bisa juga.

Akhirnya OS saya format, kata orang ini cara bar-bar, singkat cerita sudah delete partisi dan format, menggunakan Windows 7, Windows XP, Linux tetapi cara ini tidak berhasil. Tetap saja virus muncul juga...

Browsing sana-sini dan sharing dengan teman, dapat saran terakhir menformat hardisk menggunakan Low Level Format (LLF). Cara ini lebih ampuh karena menghapus semua isi hardisk sampai bersih sama sekali 100%. Saya menggunakan Darik's Boot And Nuke bisa didownload di http://www.dban.org/download dalam bentuk ISO yang bisa diburn ke dalam CD.
Saya coba jalankan dengan menggunakan perintah "autonuke", tunggu hampir 1 malam dibiarkan saja proses format selesai. Pagi-pagi sudah selesai tinggal install ulang OS. Dan hasilnya mantaaaapp, virus sudah tidak muncul lagi, OS berfungsi seperti normalnya tanpa ada perintah atau konfirmasi penghapusan.

Sunday, June 19, 2011

Windows XP tidak bisa diinstal di Laptop Acer

Beberapa kali coba install Windows XP di latop Acer namun baru sampai progress instalasi tiba-tiba keluar blue screen pertanda Windows XP tidak disupport oleh Acer yang katanya sudah Acer tidak menyedia driver lagi untuk Windows XP.
Setelah googling saya ketemu solusinya, ternyata di Acer bisa diinstall Windows XP, berikut artikel yang saya kutip dari http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090528043741AAmzNdK

--start--

Acer 4935 dapat diinstal Windows XP, Windows Vista, bahkan WIndows 7. Kamu tidak dapat menginstal Windows XP karena mode IDE MODEnya belum aktif. Bebeda dengan Windows Vista yang sudah support ACHI Mode.
Untuk mengaktifkan IDE Mode :
1. Tekan F2 saat booting ( Terdapat gambar Acer )
2. Masuk TAB MAIN
3. Edit SATA MODEnya
4. Ubah menjadi IDE MODE
5. Save

Dan instal Windows XPnya dijamin bisa 100%

--end---

Friday, June 17, 2011

Hati-hati menggunakan Windows Loader untuk Windows 7

Kali in virus recyler yang suka membuat shortcut kemudian menjalan perintah delete atau format data. Sudah coba scan dengan anti virus juga tidak ketemu, akhirnya saya gunakan cara terakhir dengan memformat, namun virusnya masih tetap ada, sudah install dan format harddisk beberapa kali namun shortcut ini selalu saja muncul. Akhirnya ketemua sumber masalahnya, saya menggunakan Windows 7 menggunakan Windows Loader.exe untuk membuat menjadi ori. Setelah saya install Windows Loader.exe ini muncullah masalah yang tadi. Hati-hati bagi yang menggunakan Windows Loader.exe, ternyata di situ ada virus namun anehnya kejadian ini hanya terjadi di laptop acer aspire 4741, sudah saya install di beberapa pc dan laptop lain tapi masalah ini tidak terjadi.

Monday, June 13, 2011

Error PHP - It is not safe to rely on the system's timezone settings

Setelah beberapa lama happy coding menggunakan php, saya coba upgrade versi php saya dengan versi 5.3.6. Namun ketika saya jalankan semua aplikasi web yang sebelumnya baik-baik saja, tiba-tiba muncul banyak warning error seperti berikut:

Warning: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for '7.0/no DST' instead in I:\web\payroll\include\footer.php on line 14

Solusinya adalah timezone di php ini harus diset, dimana di versi sebelumnya secara default tidak diset. Cari php.ini, kemudian di baris date.timezone buang tanda titik-koma dan isikan value timezonenya seperti di bawah:

date.timezone = "Asia/Dhaka"

Timezone yang saya menggunakan "Asia/Dhaka", kemudian simpan perubahan pada php.ini, lalu restart apache. Setelah itu maka aplikasi web jalan normal kembali tanpa warning error seperti di atas.

Monday, February 21, 2011

Hindari Penggunaan JOIN table di MYSQL

Kali ini sedang menghandle database MYSQL dengan ukuran data yang cukup besar >15MB dimana data-data ini diakses di website yang sudah lama online.
Salah satu module yang digunakan, mengambil data dengan cara menjoin 2 table, dimana masing-masing table berisi data yang cukup banyak, tiap table ukuran kira-kira 3MB. Ketika module ini dijalankan aksesnya lama sekali bahkan membuat web server hang dan tidak bisa diakses lagi. Ternyata biang masalahnya adalah karena men-join 2 table dengan ukuran data yang sangat besar itu tidak baik, karena ketika dijoin maka dia akan mencocokkan satu persatu data sebanyak jumlah data di masing-masing table, sehingga membutuhkan memori dan waktu yang banyak.
Solusi, jangan menggabungkan table, jika kondisi data besar, tapi gunakan function terpisah untuk mengambil data di table lain, dimana di function ini tentunya menerima parameter data yang akan dibutuhkan saja. Dan ternyata metode seperti ini sangat optimal dan aksesnya berjalan normal.

Friday, November 19, 2010

Menjalankan DTS 2002 di MSSQL 2005

Salah satu perbedaan antara MSSQL 2000 dan MSSQL 2005 adalah tool DTS (Data Transaformation Services) yang dikenal di 2000, di 2005 di kenal dengan nama SSIS (SQL Server Integration Services).

Lalu bagaimana dengan kondisi, setelah database di migrasi dari 2002 ke 2005, database mungkin tidak terlalu masalah karena bisa diattach atau direstore ke 2005, yang menjadi issue adalah DTS 2002 tidak bisa diakses oleh MSSQL 2005.

Ada satu tools berfungsi untuk mengakses DTS 2000, namanya SQL Server 2000 DTS Designer yang bisa didownload dari Microsoft. Lewat tools ini DTS 2000 bisa diedit dan dijalankan seperti tool yang ada di MSSQL 2000.


Cara mengeksport DTS 2000 ke 2005 dan menggunakan SQL Server 2000 DTS Designer

Cara 1: Untuk DTS Bisa backup file dari database MSDB
- Ke MSSQL Server Man. Studio, ke menu Management->Legacy->Data Transformation Services
- Pastikan bahwa SQL Server 2000 DTS Designer
- Kemudian klik kadan Pada Data Transformation Services lalu pilih Import Package File
- Maka DTS yang tadi akan masuk di list
- Untuk mengaksesnya klik kanan pada DTS lalu Open
- Akan terbuka window baru yang GUInya sama persis seperti window untuk DTS di 2000

Cara 2: atau kalau mau ambil Packagenya aja
- Use MSDB
Select * from Sysdtspackages ? Simpan ke tabel lain. Atau backup seluruh database MSDB
- Dari file ini export ke table sysdtspackages di MSSQL Server 2005
- Lihat DTS apakah sudah masuk di Management->Legacy->Data Transformation Services


Membuat DTS 2000 di dalam SSIS MSSQL 2005

SSIS terpisah dari Microsoft studio (di 2000 di kenal dengan nama Enterprise Manager), untuk membuat SSIS dibuat dalam satu Project SQL Server Business Intelligence Development Studio. Untuk membuat SSIS 2005 di sini saya tidak jelaskan, tapi yang saya jelaskan adalah bagaimana DTS 2000 yang tadi bisa dijalankan atau dischedule. Yang bisa dischedule adalah hanya SSIS package 2005 saja, walaupun DTS 2000 sudah tersimpan namun belum bisa dijalankan oleh 2005.

Lalu bagaimana agar DTS 2000 tetap bisa dijalankan atau dischedule? Bisa saja DTS 2000 di convert ke 2005 tapi untuk case ini saya belum coba, harus diresearch lebih dalam lagi.

Buat satu SSIS package 2005 yang baru, terus pilih tools yang bisa menjalankan DTS 2000, jadi seakan-akan DTS di dalam DTS, DTS 2000 di dalam SSSI. Setelah itu compile dan coba jalankan file DTS yang sudah dicreate. Jika sudah sukses langkah selanjutnya adalah mengimport SSIS ke database master.

- Masuk ke Start -> All Program-> Microsoft SQL Server 2005->SQL Server Business Intelligence Development Studio
- Create Project, pilih Integration Services Project kemudian simpan di local disk
- Di Solution Explorer, klik kanan di SSIS Packages, kemudian pilih New SSIS Package
- Di Control Flow Items ada Execute DTS 2000 Package Task, klik dan drag di halaman design Package yang baru dibuat tadi



- Klik dua kali pada Execute DTS 2000 Package Task



Connection:
AuthenticationMode : Windows Atau SQL

Location :
SQL Server : jika DTS diambil dari DTS yang sudah diimport ke MSSQL 2005
Structured Storage File : DTS diambil dari file DTS yang sudah diexport

- Kemudian kalau sudah selesai pemilihan di atas, DTS bisa di view dan edit dengan mengklik Edit Package
- JIka sudah selesai, save projects dan Build (compile) project caranya ke menu Build -> Build Integration Services Project1
- Untuk mengetes apakah apakah bisa running dengan baik, klik kanan pada Package1.dtsx di Solution Explorer, lalu Execute Package.


Membuat Schedule DTS 2000 yang sudah dibuatkan di dalam SSIS

Setelah SSIS Project1 sudah dibuild dan success, di contoh hasil compile tersimpan di C:\SSIS\Integration Services Project1\Integration Services Project1\bin.

- Masuk ke MSSQL Server Management Studio, ke menu SQL Server Agent, pastikan server agent running agar nantinya schedule bisa jalan
- Di menu Job klik kanan pilih New Job, misalnya nama job: Schedule Project1
- Di menu Steps pilih menu New… Type pilih SQL Server Integration Services Package, dan Package Source pilih File System dan arahkan ke file Package1.dtsx yang tadi sudah dicompile.



- Setelah itu klik OK dan save. Sekarang tinggal atur jadwal agent di menu Schedule, pengaturan seperti yang biasa dilakukan di MSSQL 2000
- Selesai

Catatan:
Jika terjadi perubahan pada DTS 2000, maka package SSIS perlu di build ulang agar yang dijalankan di scheduling job adalah hasil compile yang terakhir.

Oleh : Harkat C. Zamasi, harkatchrist@gmail.com

Tuesday, November 16, 2010

Setting Domain dari WhoIs ke Server Web Hosting

Ada teman yang memesan domain dan web hosting tidak di tempat yang sama. Biasanya setiap layanan web hosting juga menyediakan layanan untuk memesan domain. Kalau memesan domain di web hosting yang sama biasanya kita tinggal terima jadi, karena semuanya dari pihak web hosting yang mengurus domain dan setingan DNSnya.

Salah satu teman mempunyai web site, pertama dia membeli domain di whois, kemudian pesan web hosting di salah satu layanan web hosting yang bertempat di Jakarta.
Setelah order web hosting selesai, biasanya dikirimkan email berisi akun CPanel hosting, FTP, IP address, dan lain-lain. Di dalam pesannya ditambahkan jika domain dipesan di tempat lain, maka kita perlu seting dengan mengarahkan domain ke server hosting.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengarahkan domain ke server hosting.

Step. 1. Login to control panel

Karena domain ini dipesan di who is maka buka link berikut:
http://manage.whois.com/servlet/LoginServlet?role=customer

URL ini salah satu informasi yang dikirimkan oleh Whois ketika pendaftaran domain dilakukan. Domain bukan hanya bisa didafatarkan lewat who is, banyak layanan web site sejenis penyedia jasa pemesanan domain.

Login dengan username (Email) dan password ketika mendaftar domain.



Step 2. Change Name Server

Masuk ke menu Domain->Name Server. Secara default, Name Server diisi dari 1 sampai 4, dengan ns1.whois.com sampai dengan ns4.whois.com. Hapus semuanya lalu masukkan dengan name server dari web hosting. Name server hosting biasanya dikirimkan oleh pihak web hosting ketika pesanan web hosting berhasil dilakukan atau jika tidak hubungi admin web hosting. Isi Name Server sesuai dengan Name Server yang dimiliki oleh web hosting.



Step 3. Manage DNS

Ke menu DNS lalu klik Manage DNS.


Di menu A Record, tambahkan nama domain seperti di bawah. Satu tanpa www dan satu lagi dengan www di bagian depan dari domain.


Step 4. Child Name Server

Agar bisa dipanggil jika menggunakan www maka perlu di setting lewat menu Child Name Servers seperti terlihat di bawah.



Step 5. Selesai

Web site Anda sudah bisa diakses dengan domain, test akses dengan http://websaya.com dan http://www.websaya.com.

Oleh: Harkat C. Zamasi (harkatchrist@gmail.com)
November 16, 2010

Thursday, September 2, 2010

Migrasi Database MSSQL SERVER 2000 ke 2005, koneksi dari PHP masalah

Database yang digunakan di tempat saya kerja sebelumnya adalah Ms SQL Server 2000, ada banyak ada database dari system yang sudah berjalan dengan meggunakan Sql 2000.
Sejalan dengan waktu, muncullah Ms SQL Server 2005 yang sebenarnya sudah lama muncul, tapi baru tahun terakhir ini saja mau menggunakan versi 2005. Kebanyakan aplikasi dari system yang berjalan adalah aplikasi web base menggunakan PHP.

Ketika dimigrasi ke MSSQL Server 2005, tiba-tiba koneksi dari PHP ke database tidak bisa. Berkat si Om Google, searching source sana sini, akhirnya ketemu juga masalahnya. Ternyata versi PHP yang digunakan, ada salah satu file dllnya yang mesti diupdate, karena tidak support dengan MS SQL Server 2005. Nama filenya adalah ntwdblib.dll, biasanya ada di folder PHP terinstall. ntwdblib.dll kadang mesti dikopi ke Windows/System32.
File ini bisa didonwload dari : http://www.helpspot.com/downloads/files/ntwdblib.dll

Referensi: http://www.helpspot.com/helpdesk/index.php?pg=kb.page&id=13